Bos EDCCash Tersangka Investasi Ilegal, Ditahan di Bareskrim Polri

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

JAKARTA – CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf bersama lima orang lainnya, ditahan Bareskrim Polri. Keenamnya ditetapkan sebagai tersangka  kasus  investasi ilegal E-Dinar Coin (EDC) Cash.

“Jadi enam orang (tersangka), termasuk CEO-nya itu ditahan. Ditangkap kemarin,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/4).

Keenamnya ditangkap atas laporan bernomor LP/135/2021/Bareskrim tanggal 22 Maret 2021. Para tersangka dijerat atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ramadhan menjelaskan, polisi telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka Abdulrahman Yusuf dan H. Dari rumah Abdulrahman Yusuf, polisi menyita 14 kendaraan roda empat, uang tunai dalam mata uang rupiah dan asing, serta beberapa barang mewah lainnya. Demikian pula dari rumah H, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Ramadhan menyampaikan, polisi juga sudah memeriksa para korban investasi ilegal EDCCash. Baca juga: Ciri-ciri Investasi Bodong, Iming-iming Bunga Besar hingga Bonus Rekrut Anggota Baru   Menurut dia, hingga kini korban terus bertambah.

“Para korban sudah dilakukan pemeriksaan dan jumlahnya terus bertambah,” ujarnya. EDCCash ditetapkan sebagai platform investasi ilegal sejak Oktober 2020. Pada 14 April 2021, sejumlah korban EDCCash melaporkan dugaan tindakan penipuan dan penggelapan ke Bareskrim Polri.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp