International Media

Rabu, 5 Oktober 2022

Rabu, 5 Oktober 2022

Bom Rusia Hantam Sekolah di Ukraina, 60 Orang Tewas

Petugas pemadam kebakaran Ukraina memadamkan api setelah rudal Rusia menghantam sebuah sekolah di wilayah Luhansk Ukraina.

KIEV– Puluhan warga Ukraina dikhawatirkan tewas pada Minggu (8/5), setelah bom Rusia menghantam sebuah sekolah yang menampung sekitar 90 orang di Ukraina timur.

Gubernur provinsi Luhansk di mana perang berkecamuk di wilayah tersebut selama berminggu-minggu mengatakan bahwa 30 orang berhasil diselamatkan di Bilohorivka. Namun, yang lainnya yang berada di sekolah tidak mungkin selamat.

“Kemungkinan besar, semua 60 orang yang masih berada di bawah reruntuhan kini tewas,” tulis Gubernur Serhiy Haidai dalam Telegram miliknya.

Melansir dari VOA, Senin (9/5), Dia menambahkan bahwa penembakan Rusia juga menewaskan dua anak laki-laki berusia 11 dan 14 tahun di kota terdekat Pryvilia.

Penembakan terbaru juga terjadi di wilayah Donbas, menjelang liburan Hari Kemenangan umat Muslim pada hari Senin 2 Mei 2022, sebagai perayaan keberhasilan Rusia di medan pertempuran, di Ukraina timur.

Linda Thomas-Greenfield duta besar Amerika Serikat untuk PBB mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki apa-apa untuk dirayakan dengan invasinya ke Ukraina.

“Mereka hanya berhasil mengisolasi dirinya sendiri di komunitas dunia,” kata Greenfield.

Saat masih meluncurkan serangan rudal di seluruh Ukraina, Moskow dalam beberapa pekan terakhir memusatkan serangannya di Donbas setelah gagal menggulingkan pemerintah Ukraina dan merebut Kiev.

Pasukan Rusia diketahui menguasai sebagian kota Mariupol, kecuali pabrik baja yang luas, di mana sebanyak 2.000 pejuang Ukraina diyakini masih bertahan dan menolak untuk menyerah.

Pemerintah Ukraina sedang mencoba untuk meminta organisasi bantuan internasional untuk membebaskan para pejuang dan petugas medis yang terluka di pabrik baja. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa hal tersebut sangat sulit.

“Kami tidak kehilangan harapan, kami tidak berhenti. Setiap hari kami mencari beberapa opsi diplomatik yang mungkin berhasil,” kata Zelensky.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga