Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar Mirip Teror Bom di Surabaya

Serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar mirip aksi teror bom di Surabaya.

JAKARTA  – Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar menggemparkan Indonesia, Minggu (28/3) pagi. Beragam media sosial (medsos) membahas aksi bom bunuh diri tersebut, dan menjadi trending topik.

Aksi bom bunuh diri di Rumah Ibadah bukan kali ini terjadi di Indonesia. Apalagi, terjadi jelang Ramadan 1442 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 12 April mendatang.

Pada 2018 lalu, rangkaian serangan bom bunuh diri juga terjadi di Surabaya pada Minggu pagi sama seperti waktu terjadinya peristiwa aksi bom di Gereja Katedral Makassar.

Tidak tanggung-tanggung, bom bunuh diri menyerang tiga gereja sekaligus, yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan.

Selain hari dan waktu ledakan yang sama dengan aksi teror di Makasar, aksi teror di tiga gereja di Surabaya juga terjadi beberapa hari jelang bulan ramadan.

Dilansir dari berbagai sumber, seluruh pelaku dari rentetan serangan bom di Surabaya dlakukan oleh satu keluarga beranggotakan enam orang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat itu menyatakan, keluarga ini baru saja datang dari Suriah dan merupakan simpatisan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dan merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Negara Islam Irak dan Syam melalui kantor beritanya, Amaq News Agency, menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan ini.

Pola serangan ISIS jelang Ramadan juga kerap terjadi diberbagai negara. Pada 2015,tiga hari menjelang Ramadan pada tahun itu, serangan bom terjadi di sebuah masjid Syiah di Kuwait. Serangan yang diklaim ISIS ini membunuh 26 orang.

Di saat yang bersamaan, sebuah resor di tempat wisata di dekat kota Sousse di Tunisia juga menjadi target penyerangan ISIS. Sebanyak 38 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Kemudian, sehari sebelum bulan suci ramadan 4 Juli 2016, serentetan serangan bunuh diri dilakukan di tiga lokasi di Arab Saudi yang menjadi sasaran ISIS, yaitu Madinah, Qatif dan Jeddah. Pada 2017, ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester, Inggris pada 22 Mei, menandai dimulainya pola teror tersebut. Dalam waktu berdekatan, dan terhitung sudah masuk Ramadan, dua ledakan bom yang diklaim ISIS mengguncang Baghdad, ibukota Irak, pada 30 Mei. Disusul aksi teror pada warga sipil di sekitar Jembatan London, pada 3 Juni.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp