BNPT: Sejak Kenal Ideologi Salafi Wahabi, Lukman Berubah Jadi Keras

Pasutri Lukman dan istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna, bomber di Gereja Katedral Makassar, dimakamkan dalam satu liang.

JAKARTA – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid menyebut, Lukman, salah satu pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dikenal penyabar. Namun karakternya berubah menjadi keras setelah berkenalan dengan ideologi salafi wahabi.

“Lukman ini orang baik dan orang sabar, pelaku yang ngebom di Makassar. Tetapi karena dia berkenalan dengan ideologi salafi wahabi yang membid’ahkan budaya tradisi lokal keagamaan, setelah kenal dengan seorang wanita yang jadi istrinya, maka berubah karakter dan sikapnya,” kata Nurwakhid dalam webinar ISNU-BNPT, Selasa (30/3).

“Yang hatinya sabar, lembut, menjadi keras dan akhirnya menjadi teroris,” katanya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (28/3), terjadi peledakan bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku bom bunuh diri itu dilakukan pasangan suami istri yang baru menikah 7 bulan lalu.

Lukman dan istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna, menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Kedua pelaku tewas ddengan tybuh yang berserakan di halaman gereja. Sementara 20 orang dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna dimakamkan dalam satu liang lahat.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp