International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

BNPT Sebut Pola Pikir Pengeroyok Ade Armando Mirip Kelompok Teroris

Ade Armando dikeroyok massa di depan DPR (Foto istimewa).

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyatakan bahwa, pelaku pengeroyokan Ade Armando saat demo 11 April di Gedung DPR, memiliki pola pikir yang mirip dengan kelompok terorisme.

Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid menyebut, dalam video yang menampilkan kekerasan terhadap Ade Armando menjadi sorotan karena sejumlah penggeroyok dengan lantang mengucapkan kalimat tauhid. Bahkan Sebagian dari massa ada yang menyebut halal darah Ade Armando untuk dibunuh.

“Kekerasan atas nama apapun, termasuk dengan cara membajak dan memanipulasi ajaran agama merupakan kejahatan yang harus dikecam dan dikutuk. Ini menjadi pelajaran bagi kita bersama, terkadang seseorang mudah mendalihkan kekerasan dan halal darah seseorang untuk kepentingan tertentu,” kata Nurwakhid dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (21/4).

Menurut Nurwakhid, pola pikir mirip terorisme tersebut selalu melegitimasi segala tindakan kekerasan yang dilakukan dengan mempolitisasi dan memanipulasi dalil agama.

Bahkan, Nurwakhid menduga kuat para pelaku kekerasan terhadap Ade Armando tersebut terpapar virus takfiri yang mudah mengkafirkan yang berbeda dan menghalalkan darah yang dianggap kafir.

Pandangan takfiri merupakan salah satu karakteristik kelompok radikal terorisme selama ini.

“Kita sudah banyak belajar dari pengalaman kelompok teroris yang selalu membajak ajaran agama untuk tindakan kekerasan. Nampaknya pola ini sudah mempengaruhi masyarakat yang dengan mudah membawa dalil-dalil agama untuk membanggakan tindakan anarkisme ruang publik,” ujar Nurwakhid.

Ia pun mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap Ade Armando. Baginya, kekerasan dan anarkisme di ruang publik seperti ini bukan cara masyarakat yang beradab, tetapi ciri kelompok ekstremisme yang pro kekerasan.

“Kekerasan dalam bentuk dan atas nama apapun bukan cerminan sikap dan warisan leluhur bangsa ini serta nyata bertentangan dengan nilai-nilai agama. Kami secara tegas mengutuk cara-cara barbar yang dipentaskan oleh sekelompok orang di ruang publik seperti ini,” ujar Nurwakhid.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga