BNI Sebar Dividen Rp820,1 M, Setor ke Kas Negara Rp492,58 M

JAKARTA –  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI  membagi  dividen sebesar Rp820,1 miliar. Pembagian dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), Senin (29/3).

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan,  dari total dividen yang dibagikan Rp820,1 miliar, sekitar 60% akan disetorkan ke kas negara dan 40% akan dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan kepemilikan masing-masing.

Adapun, laba bersih emiten berkode saham BBNI itu tercatat sebesar Rp3,3 triliun di tahun 2020. Angka ini terkontraksi 78,7%dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Hasil RUPS BNI tahun buku 2020, RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun buku 2020 sekitar Rp820,1 miliar,” kata Royke saat press conference secara virtual, Senin (29/3).

Ia merincikan, sebanyak 60% dividen yang disetorkan ke kas negara setara dengan Rp492,58 miliar dan sebanyak 40% yang dibagikan kepada pemegang saham setara dengan Rp 327,52 miliar.

“Direksi perseroan dengan hak substitusi akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2020 sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

 Lebih jauh Royke mengatakan, RUPS juga menetapkan sebanyak 75% dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp2,46 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

RUPS BNI juga menetapkan beberapa strategi yang akan diimplementasikan pada tahun 2021. Strategi pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko.Kedua, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga, meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Lalu keempat, meningkatkan CASA dan Fee Base Income melalui peningkatan transaksi. Kelima, optimalisasi jaringan dan bisnis internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. Keenam, optimalisasi kontribusi perusahaan anak, dan ketujuh adalah optimalisasi human capital dalam mendukung bisnis bank ke depan.

“Para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021, dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat,” ungkapnya. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp