BLT UMKM Diklaim Bisa Dongkrak Perekonomian

JAKARTA  – BLT UMKM sebesar Rp1,2 juta pada tahap pertama telah diberikan kepada 9,8 juta pelaku usaha. Dengan adanya program tersebut, perekonomian Indonesia diyakini akan bangkit pada kuartal-I 2021.

“Untuk tahun 2021, beberapa penerima lama mendapatkan lagi, bersama penerima baru, yang dicairkan secepat mungkin, untuk mendongkrak ekonomi kita di kuartal I,” kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4).

Eddy menjelaskan, bagi pelaku usaha mikro yang tidak lolos validasi sebagaimana dimaksud pasal 10A Permenkop 2 Tahun 2021 dapat diusulkan kembali pada tahun 2021 dengan mekanisme dan pengaturan tahun 2021.

“Disamping itu, secara bersamaan juga dapat diusulkan pelaku usaha mikro yang belum pernah diusulkan sama sekali tahun sebelumnya,” katanya.

Disebutkan Eddy, dengan adanya program bantuan pemerintah mayoritas UMKM dapat bertahan lebih dari 12 bulan serta cukup optimis bahwa omset usaha dapat kembali normal dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

“Hal ini dikarenakan dana yang diperoleh dari program bantuan pemerintah di pergunakan untuk pembelian bahan baku (34%), pembelian barang modal (33%) serta 58% membutuhkan tambahan modal mempercepat pemulihan usahanya,” ujarnya

Selain itu, hasil berbagai survei menunjukkan bahwa bantuan modal kerja ini sangat dibutuhkan bagi usaha mikro guna menjaga aktivitas usahanya agar dapat bertahan dan membuka usahanya kembali bagi yang sudah tutup dan mencegah mereka tidak jatuh ke dalam kategori masyarakat pra sejahtera atau miskin serta menimbulkan risiko sosial di kemudian hari.

“Berdasarkan capaian atas program BLT UMKM tahun 2020 maka pemerintah pada tahun 2021 melaksanakan kembali program tersebut dengan memberikan kembali BPUM kepada pelaku usaha mikro penerima tahun 2020 dan berharap mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-1,” kata Eddy. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp