International Media

Rabu, 5 Oktober 2022

Rabu, 5 Oktober 2022

Biden Akan Bertemu Pemimpin ASEAN Bulan Depan

Presiden AS Joe Biden

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan bertemu dengan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara pada pertengahan Mei. Pertemuan yang rencananya digelar di AS itu kemungkinan akan berfokus pada meningkatnya kekuatan Tiongkok di kawasan tersebut, demikian diumumkan pada Sabtu (16/4).
Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Pskai mengatakan bahwa KTT, yang semula dijadwalkan digelar pada Maret, “akan menunjukkan komitmen abadi Amerika Serikat terhadap ASEAN”.
“Adalah prioritas utama bagi Administrasi Biden-Harris untuk menjadi mitra yang kuat dan dapat diandalkan di Asia Tenggara,” kata pernyataan itu sebagaimana dilansir AFP.
KTT AS-ASEAN ini dijadwalkan akan berlangsung pada 12 dan 13 Mei. Sebelumnya, pertemuan itu ditunda di tengah laporan bahwa para pemimpin beberapa anggota ASEAN memiliki konflik penjadwalan, dan karena krisis Ukraina terus berlangsung.
Amerika Serikat telah lama mengatakan bahwa memperkuat hubungannya dengan Asia adalah prioritas kebijakan luar negeri.
Pada 29 Maret, Biden melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu Biden mengatakan bahwa dia ingin memastikan bahwa kawasan Asia Tenggara tetap “bebas dan terbuka”, sebuah referensi untuk apa yang dilihat AS sebagai upaya oleh Tiongkok untuk mendominasi jalur perdagangan internasional tersebut.
Biden telah mengambil bagian dalam pertemuan puncak virtual dengan para pemimpin ASEAN pada Oktober.
Dalam KTT itu, Psaki mencatat dalam pernyataannya, Biden mengumumkan inisiatif untuk memperluas keterlibatan AS dengan Asean pada Covid-19, perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi, dan banyak lagi.
Persaingan yang tegang dengan Tiongkok telah menjadi salah satu tantangan kebijakan luar negeri terbesar bagi Amerika Serikat, meskipun ada sejumlah masalah lain, sepertipenarikan yang kacau dari Afghanistan dan perang di Ukraina, telah menuntut perhatian yang lebih mendesak.
Anggota Asean termasuk Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Beberapa dari mereka telah mengalami gesekan yang meningkat dengan Beijing.
Pernyataan pada Sabtu tidak menjelaskan apakah para pemimpin Myanmar akan hadir dalam pertemuan tersebut. Pemerintah AS menuduh para pemimpin militer negara itu melakukan “genosida” terhadap minoritas Rohingya.
ASEAN sendiri telah berusaha untuk menemukan solusi diplomatik di Myanmar sejak militer mengambil alih kekuasaan di sana dalam kudeta pada 2021. Namun, sejauh ini upaya tersebut tidak membuahkan hasil.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga