Biarkan Anak Kelaparan, Pasutri Dihukum Gantung

Ilustrasi

Sepasang suami istri Malaysia pada Minggu (28/2) kermarin dijatuhi hukuman gantung setelah dinyatakan bersalah membunuh putri mereka yang berusia 22 tahun lima tahun lalu. Pembunuhan itu dilaporkan terjadi di rumah mereka pada 26 April 2016.

Hakim Datuk Zainal Azman Abd Aziz mengatakan, vonis dijatuhkan kepada Anuar Yusof, (55) dan istrinya, Murni Ahmad, (40), yang merupakan ibu tiri korban, Siti Hajar (22), setelah pembela gagal membuktikan adanya keraguan terhadap tuntutan jaksa, demikian diwartakan Astro Awani.

Berdasarkan kondisi fisik korban, Hakim Zainal Azman mengatakan, gadis tersebut dibiarkan kelaparan, kesehatannya terabaikan dan dianiaya hingga beratnya hanya tinggal 18kg. Dia menambahkan bahwa fakta pengabaian dan pelecehan disebutkan oleh ahli bedah dalam kesaksian mereka yang tidak disangkal oleh kedua terdakwa.

“Tidak mungkin tindakan mereka dilakukan dalam kurun waktu beberapa hari, malah korban mungkin menderita berbulan-bulan,” ujarnya.

Kedua terdakwa pasti mengetahui rasa sakit yang dialami oleh korban tetapi tidak melakukan tindakan apa pun atau memberikan perawatan yang memadai sampai dia meninggal.

Dua anak pasangan lainnya, Siti Sarah Anuar (26), dan saudara laki-lakinya yang berusia 19 tahun juga menghadapi tuntutan yang sama tetapi dibebaskan dan dilepaskan oleh pengadilan setelah mereka dinyatakan tidak bersalah.

Hakim Zainal Azman mengatakan Siti Sarah dan saudara laki-lakinya juga berada di bawah pengawasan pasangan tersebut, tetapi tidak dapat berbuat banyak karena mereka terikat pada tindakan orang tua mereka.

Keempat terdakwa secara bersama-sama didakwa berdasarkan Bagian 302 KUHP Malaysia atas pembunuhan Siti Hajar. Penuntutan dipimpin oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Zulfazliah Mahmud, sementara semua terdakwa diwakili oleh pengacara Masliela Ismail.

Sepanjang persidangan, jaksa penuntut memanggil 24 saksi ke pengadilan sementara pembela memanggil tujuh saksi, termasuk empat terdakwa.

Dikutip dari Harian Metro, pembunuhan terhadap Siti Hajar terungkap setelah polisi curiga dengan laporan kematian yang dibuat oleh ayah gadis itu.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa korban mengalami ‘rasa sakit normal’, yang tidak termasuk bekas gigitan di tubuh gadis itu serta memar di matanya, sehingga mengungkap tindakan yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri.

Penyelidikan awal oleh polisi juga menemukan bahwa korban terlalu kurus, dengan berat hanya 18 kg karena tidak cukup makan. Setelah itu, keempat tersangka ditangkap di rumah keluarganya pada pukul 1.50 pagi tanggal 1 Mei 2016.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp