BHHH 2 Gelar Aksi Sosial Kunjungi Panti Werdha dan Panti Asuhan

FOTO BERSAMA: Anggota BHHH2 berfoto bersama dengan anak penghuni Rumah Kasih Panorama.

         BANDUNG (IM) – Wabah korona berdampak besar pada kehidupan banyak orang. Tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan. Membuat kehidupan mereka menjadi sulit tanpa mata pencaharian.

          Kehidupan warga kurang mampu pun semakin sulit. Namun beruntung banyak orang baik hati yang dermawan berusaha sekuat tenaga membantu mereka.

          Hal ini membentuk energi positif umum sehingga lebih banyak warga yang membutuhkan memperoleh bantuan. Membuat hati mereka menjadi hangat.

          Anggota klub lari lintas alam Bandung Hash House Harriers (BHHH) 2 Paulus adalah salah satu diantara tokoh dermawan tersebut.

          Dia sering pergi mengunjungi mereka yang membutuhkan.

          Khususnya mengunjungi warga Tionghoa kurang mampu. Kemudian sekuat tenaga memberikan bantuan kepada mereka.

          Anggota BHHH 2 pada Sabtu (2/1) lalu mengunjungi rumah seorang warga Tionghoa bernama Lan Lan di Jalan H. Safari. Menyerahkan sumbangan sejumlah dana kepadanya untuk membangun kembali rumahnya yang rusak parah sewaktu terjadi hujan badai beberapa waktu lalu.

          Menyaksikan rumah di pinggir sungai yang rusak parah akibat hujan angin itu akan membuat orang menjadi sedih.

          Menyaksikan wajah Lan Lan yang gembira dan ucapan terima kasihnya maka semua menjadi gembira.

          Rombongan BHHH 2 Jumat (8/1) lalu mengunjungi Panti Werdha Priangan Lembang dan Panti Werdha Rumah Pengharapan untuk menyerahkan bantuan.

          Membantu para lansia yang kesepian agar mereka merasakan kehangatan warga masyarakat.

          Di hari yang sama, mereka juga mengunjungi Rumah Kasih Panorama untuk menyumbangkan sejumlah dana serta 15 tas sekolah beserta isi. Sehingga anak penghuni panti menjadi gembira.

          Chen Tian Meng mengatakan jika kita tidak menyaksikannya secara langsung, maka anda tak akan percaya ada warga Tionghoa yang hidup sedemikian sulitnya.

          Ada warga Tionghoa yang rumahnya rusak parah dan tak layak huni. Bahkan anggota keluarganya menderita sakit parah hingga tak bisa bangun dari tempat tidur.

          Menyaksikan kehidupan mereka maka hati kita akan menjadi sedih.

          Dapat menghimpun dana untuk membantu mereka akan membuat hati kita menjadi lebih baik. Namun bantuan yang kita berikan ini tidak besar. Kita hanya dapat membantu sesuai kemampuan kita. Diharapkan mereka dapat menjalani kehidupan lebih baik.

          “Sesungguhnya perbuatan baik itu tidak memandang besar atau kecil. Yang terpenting melakukan kebajikan.

          Membantu orang lain tak peduli besar atau kecil. Akan membuat kita terharu,” ujar Chen Tian Meng. ● idn/din

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp