Berpartisipasi di Kelas Kursus Komprehensif Penulisan Karangan Bahasa Tionghoa Online

Para peserta “Kursus Komprehensif Penulisan Karangan Bahasa Tionghoa Online” Perpetin.

JAKARTAAkhir Februari 2021 lalu, saya melihat sebuah informasi di Perpetin. Isinya: “Tahun Baru, Harapan Baru”. Beijing Capital Normal University dan Ikatan Alumni Pah Tsung Indonesia dan Perpetin akan menyelenggarakan “Kursus Komprehensif Penulisan Karangan Bahasa Tionghoa Online”.

Kursus berlangsung selama satu tahun. Dua kali pertemuan seminggu. Jumlah peserta terbatas hanya 60 orang siswa saja. 30 orang dari Pah Tsung dan 30 orang dari Perpetin. Sebuah kesempatan langka, segera daftarkan diri anda. Demikian bunyi informasi tersebut.

          Kursus dimulai Sabtu (13/3) lalu dan dibagi menjadi dua kelas. Kelas A  pukul 15.30 sore dan Kelas B pukul 18.30 sore. Penulis tergabung di Kelas B.

Setelah bel kelas pertama dibunyikan, Ketua Perpetin Jeanne Laksana, Dekan Li Bingzhen dan Profesor Li Weiying menyampaikan pidato. Dan kelas penulisan pertama resmi dimulai.

Guru lalu mengeluarkan lembar tes yang harus diisi seluruh peserta. Dia menjelaskan hal tersebut untuk mengetahui level setiap siswa saat ini. Sehingga para guru dapat lebih membantu siswa dalam pembelajaran kelak. Tolong jangan gugup dan jawab pertanyaannya dengan hati-hati.

Topik keempat adalah penulisan karangan. Beberapa hari sebelum kelas dimulai, saya mengira-ngira hal apa yang akan ditanyakan guru.

Saya teringat ketika kecil saya sering gugup sehingga tidak bisa mengikuti menuliskan apapun saat ujian penulisan karangan. Sekarang saya sudah tua dan berpengalaman, maka saya bisa menghadapinya dengan mudah.

Setelah 90 menit berlalu dengan cepat, bel tanda selesai kelas telah  berbunyi. Semua orang sudah menyelesaikan tes tersebut. Aku bersemangat seperti siswa sekolah dasar yang pulang sekolah!

Dekan Li Bingzhen dan Profesor Li Weiying tidak segera pulang. Mereka tetap berada di kelas untuk menjawab sejumlah pertanyaan siswa. Banyak siswa yang tidak terbiasa dengan pengoperasian komputer dan men-submit test paper karena usia mereka yang sudah tua. Beruntungnya He Zhiying ada di Kelas B. Dia sangat antusias dan proaktif dalam membantu siswa lainnya yang membutuhkan bantuan untuk mensubmit lembar ujian ke email Profesor Li.

Meskipun sebagian besar siswa berusia di atas 60 tahun, namun semangat untuk terus belajar mereka patut dipuji. Saya berharap semua siswa akan belajar dengan rajin dan akhirnya akan menuai hasilnya. Sesuatu yang saya harapkan!. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp