Berkat Satpol PP, Bima Arya Diganjar Penghargaan Mendagri

Bima Arya dapat penghargaan dari Mendagri.

BOGOR- Wali Kota Bogor, Bima Arya mendapatkan Penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP 2021 dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Kemendagri terhadap kepala daerah yang memberikan bantuan penuh dalam peningkatan peran, tanggung jawab, tugas, serta fungsi Satpol PP di daerahnya.

Penghargaan diberikan berdasarkan kriteria penilaian yang merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 tahun 2019. Peraturan ini mengatur tentang Pemenuhan Hak Pegawai Negeri Sipil, Penyediaan Sarana dan Prasarana Minimal, Pembinaan Teknis Operasional dan Penghargaan Satuan Polisi Pamong Praja. 

Untuk kategori Kota, penghargaan itu berhasil diraih Wali Kota Bogor, Wali Kota Denpasar dan Wali Kota Bekasi. Sedangkan, kategori Kabupaten diraih Bupati Sleman, Bupati Banyuwangi, dan Bupati Sumedang. Sedangkan untuk tingkat Provinsi diraih Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Jawa Tengah.

“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran terutama di masa Pandemi Covid-19 yang tidak mudah, Satpol PP konsisten, berbagi tugas, turun ke lapangan, menjalankan tugas dan banyak pengorbanan disana. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Saya juga telah menyerahkan ke Satpol PP pada Senin (26/4) kemarin,” ujar Bima Arya di Balai Kota Bogor, Selasa (27/4).

Dia mengatakan, penghargaan ini harus direspons dengan semangat yang lebih baik. Jika standarnya sudah bagus, tidak ada kata mundur atau kembali lagi ke masa yang kurang baik. Penghargaan ini juga kata dia, harus menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas dengan konsisten. Bagi personel yang baru, tentu akan mengalami banyak hal-hal di lapangan dan godaan di lapangan. 

“Saya ingin Satpol PP jadi barisan yang militan. Saya titip ke pak kasat, pembinaan Satpol PP tidak bisa disamakan dengan pegawai lain karena disini harus kuat fisik dan mental. Fisik sudah jelas karena kerja di lapangan, mental juga jauh lebih penting agar tidak mempan sogokan receh dari pedagang, tidak tergoda iming-iming dari pihak yang punya kepentingan,” tegas politisi PAN ini.

Dia menjelaskan, ada dua hal yang harus digenjot. Pertama, jumlah Satpol PP harus ideal. Hari ini ada 310 personel dan harus menuju angka ideal yakni 500 personel (minimal) agar perda di Kota Bogor bisa ditegakkan tanpa pandang bulu. Kedua, kualitas Satpol PP. Pasalnya bukan hanya fisik saja tapi Satpol PP yang militan, berwibawa, disegani tapi juga dicintai warga. 

“Kami punya beberapa target yang harus selesai di 2024 dan harus dikawal tanpa pandang bulu. Saya minta pak kasat betul-betul serius menjaga program prioritas kita. PKL di surken dan pedagang di sekitar Pasar Bogor. Kami menaruh harapan yang sangat tinggi kepada Satpol PP untuk bisa menegakkan Perda,” jelasnya.***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp