Berbagai Manfaat Cabe bagi Kesehatan

JAKARTA – Makan berbagai makanan sehat akan memastikan Anda mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tetap bugar dan sehat. Tubuh manusia membutuhkan daftar nutrisi yang panjang untuk membantu hidup lebih lama dengan mencegah atau mengurangi risiko kondisi tertentu, termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, kanker, dan lainnya.
Sebagian besar nutrisi memiliki lebih dari satu fungsi dan untungnya, semuanya tersedia dari kelompok makanan utama. Salah satu nutrisi teraman dan paling efektif adalah vitamin C , yang mendukung sistem kekebalan dan menjaga fungsi tubuh. Nutrisi antioksidan kuat ini ditemukan di sejumlah buah dan sayuran. Cabai adalah salah satu makanan kaya vitamin C yang terkait dengan beberapa manfaat kesehatan.
Faktanya, cabai dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan yang baik. Mulai dari menghentikan nyeri migrain dan menenangkan gejala pilek hingga memperpanjang hidup. Ternyata, rempah-rempah bisa memberikan lebih banyak vitamin C daripada jeruk. Cabai yang pedas mengalahkan jeruk 3 banding 1 dalam hal nutrisi penambah kekebalan. Setengah cangkir cabai cincang atau potong dadu dapat menghasilkan 107,8 mg vitamin C.
Berikut manfaat cabai untuk kesehatan dilansir dari Times Now News:

  1. Fungsi Kekebalan
    Cabai sangat tinggi vitamin C, yang dapat membantu memperkuat kekebalan dan mengurangi risiko kondisi kronis, termasuk penyakit jantung. Ada juga bukti bahwa vitamin C membantu meredakan gejala pilek dan flu serta mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut seperti pneumonia dan infeksi paru-paru. Paprika juga mengandung vitamin A, B, E, dan K, tembaga dan kalium, dan lainnya. Paprika mengandung beberapa senyawa tanaman yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Capsaicin, yang memberikan rasa pedas (panas) pada bumbu, adalah salah satu senyawa tanaman antioksidan yang paling banyak dipelajari pada cabai.
  2. Penurunan Berat Badan
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cabai dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan meningkatkan proses pembakaran lemak. Misalnya, satu penelitian yang melibatkan 24 orang menunjukkan bahwa mengonsumsi capsaicin sebelum makan menyebabkan pengurangan asupan kalori, yang merupakan faktor penting untuk menurunkan berat badan.
  3. Artritis
    Satu studi menemukan bahwa capsaicin mengurangi rasa tidak nyaman akibat artritis dan fibromyalgia hingga setengahnya hanya dalam beberapa minggu. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dapat bekerja paling baik bila digabungkan dengan pereda nyeri lain. Capsaicin digunakan sebagai bahan dalam banyak krim, lotion, dan tambalan.
  4. Kanker
    Studi laboratorium menunjukkan bahwa bahan kimia pedas dapat membunuh sel yang terkait dengan lebih dari 40 jenis kanker, seperti usus besar, hati, paru-paru, kanker pankreas, dan leukemia. Menurut para peneliti, capsaicin bahkan dapat mengubah cara kerja beberapa gen yang terkait dengan sel kanker dan mencegahnya tumbuh. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan di sini karena beberapa penelitian mengaitkan konsumsi cabai dengan peningkatan risiko kanker .
  5. Umur Panjang
    Mengonsumsi cabai telah dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih lama. Menurut sebuah penelitian besar, orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya satu cabai merah panas segar atau kering sebulan selama setidaknya 20 tahun mengurangi risiko kematian sekitar 13%. Sementara para peneliti tidak yakin mengapa, mereka percaya efek menguntungkan karena nutrisi dalam paprika dan kemampuannya untuk melawan peradangan dan kondisi lain seperti obesitas dan penyakit jantung.
    Cabai adalah bumbu yang populer di seluruh dunia. Cabai kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan, mempercepat metabolisme, dan melawan peradangan. Cabai adalah antimikroba alami, yang berarti dapat membunuh kuman dan mikroorganisme lain yang dapat merusak makanan. Menggunakan cabai sebagai bumbu dalam makanan, merupakan pilihan yang lebih sehat, sambil memperhatikan tingkat toleransi Anda sendiri.***
Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp