International Media

Sabtu, 21 Mei 2022

Sabtu, 21 Mei 2022

Berbagai Langkah Penting Penanganan Hepatitis Akut

ilustrasi

JAKARTA – Penanganan penyakit hepatitis akut penting untuk diketahui. Pasalnya, jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil. Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, mengatakan hepatitis akut bisa ditangani dengan empat langkah. Pertama adalah mewaspadai gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan disertai demam ringan.
Kedua, jika muncul gejala awal jangan panik. Hanifah menyarankan untuk segera membawa anak ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Ketiga, jangan menunggu muncul gejala lanjutan.
“Seperti kulit dan mata kering, agar tidak terlambat,” kata Hanifah melalui siaran resminya dikutip Jumat (6/4).
Penanganan selanjutnya adalah segera bawa buah hati Anda ke rumah sakit dengan fasilitas ICU anak jika terjadi penurunan kesadaran. Di sisi lain, hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.
Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.
Meski demikian, masih belum diketahui pasti penyebab penyakit hepatitis akut pada anak. Namun, Hanifah menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan kenali gejala-gejala awal hepatitis akut. Jika muncul gejala jangan panik dan segara bawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan. Jangan sampai menunggu gejala lanjutan muncul,” tandasnya.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabarkan perkembangan terbaru penyakit hepatitis misterius yang merebak sejak akhir April 2022.
Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic menyebutkan bahwa WHO saat ini setidaknya sudah menerima laporan 228 kemungkinan kasus hepatitis akut anak dengan tambahan kasus lainnya yang sedang dalam proses investigasi.
“Pada 1 Mei, setidaknya 228 kasus probable yang dilaporkan ke WHO dari 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus tambahan sedang diselidiki,” ungkap Tarik Jasarevic dalam konferensi pers di Jenewa, seperti dikutip dari Reuters, kemarin.
Dengan penyataan tersebut, saat ini memang angka laporan kasus dan angka daftar negara yang melaporkan kasus hepatitis misterius pada anak ini telah meningkat jika dibandingkan sebelumnya.
Pada 23 April lalu, badan kesehatan PBB itu menyebutkan, pihaknya sejauh ini sudah menerima laporan setidaknya sampai 169 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui asalnya, dari sekurangnya 12 negara.
Saat ini para otoritas kesehatan di seluruh dunia sedang menyelidiki adanya peningkatan misterius dalam kasus hepatitis parah (radang hati) menyerang anak-anak, yang sekarang telah mengakibatkan setidaknya tiga kasus kematian. Bertambah dua orang, setelah laporan WHO pada 25 April lalu.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga