Bayi 9 Bulan Hidup Tanpa Anus Butuh Pertolongan

Brigadir Doni Malindo berfoto dengan Piola dan kedua orangtuanya.

PEKANBARU – Bayi berusia 9 bulan bernama Piola Juningsih hidup tanpa anus. Bayi dari pasangan Dedi Herfinal (27) dan Sitina (25),kini butuh bantuan untuk operasi.

 Kelainan yang disebut atresia ani yang tergolong langka ini sudah dialami Piola sejak ia lahir. Piola dan orangtuanya tinggal di Desa Sialang Dua Dahan, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

“Anak kedua kami lahir di puskesmas desa sini. Jadi, kami tahunya Piola tak punya anus, 13 hari setelah lahir. Awalnya kami memang tidak tahu,” kata Dedi, Senin (15/3).

Dedi mengatakan, setiap buang air besar, Piola selalu menangis.

“Sekarang ini anak kami buang air besar dari saluran kelaminnya,” sebut Dedi. Dedi dan istrinya tak bisa berbuat banyak. Sebab, mereka tergolong warga kurang mampu, sehingga tak punya biaya untuk mengatasi apa yang dialami buah hatinya.

Dibantu Seorang Polisi

Menurut Dedi, untuk memenuhi kebutuhan dasar saja sudah sulit, apalagi untuk biaya operasi yang tidak sedikit.

Dedi mengatakan, sebelumnya dia bersama istri berusaha membuat BPJS Kesehatan. Tetapi, tidak bisa karena kartu tanda penduduk (KTP) orangtua dan nomor induk kependudukan (NIK) anak yang tertera di kartu kelurga (KK) tidak terdaftar secara online, berdasarkan data BPJS Kesehatan.

“Kami kan sudah bawa Piola ke rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Namun, pihak rumah sakit menyarankan untuk operasi di Pekanbaru melalui BPJS Kesehatan. Saat saya urus BPJS, banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan kata orang BPJS, NIK anak saya belum terdaftar online,” sebut Dedi.

Namun, Dedi cukup merasa lega setelah dibantu oleh seorang anggota polisi setempat bernama Windro untuk mengurus BPJS anaknya.

“Kemarin sore BPJS-nya sudah selesai diurus sama Pak Windro, anggota polisi di sini. Pak Windro yang datang ke rumah saya. Jadi selama delapan bulan saya sendiri urus BPJS tak selesai. Selama itu saya bayar kalau bawa anak saya ke rumah sakit,” kata Dedi. Bahkan, polisi bernama Windro itu membantu membuat surat rujukan untuk membawa Piola ke rumah sakit di Pekanbaru. Dedi berharap ada solusi untuk mengatasi atresia ani yang dialami bayinya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp