Bayam Ternyata Baik Bagi Usus

JAKARTA-Ada berbagai manfaat kesehatan terkait dengan makan bayam, termasuk peningkatan tekanan darah dan fungsi kognitif. Namun, sebuah studi baru menunjukkan sayuran hijau itu dapat membantu mendorong pertumbuhan bakteri usus tertentu.

Ahli mikrobiologi dari University of Vienna dan University of Konstanz menemukan gula yang mengandung belerang yang disebut sulfoquinovose yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, mendorong pertumbuhan bakteri penting di usus. Studi yang baru-baru ini dipublikasikan di The ISME Journal itu mengungkapkan bahwa bakteri di usus menghasilkan gas yang disebut hidrogen sulfida setelah mengonsumsi bayam.

Mengapa ini penting? Pada konsentrasi rendah, gas yang berbau seperti telur busuk itu dapat memiliki efek anti-inflamasi pada tubuh. Namun, sejumlah besar hidrogen sulfida di usus mungkin terkait dengan perkembangan kanker. Jadi, para peneliti berangkat untuk menemukan dengan tepat bagaimana mikrobioma usus memetabolisme sulfoquinovose.

Mikroba usus memainkan peran besar ihwal bagaimana makanan yang kita makan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, yang berarti dampak cara tubuh menuai manfaat dari nutrisi dalam makanan. Seperti yang ditunjukkan salah satu penulis utama studi tersebut, banyak ilmuwan masih tidak tahu zat apa yang dimakan oleh kumpulan mikroorganisme itu, atau bahkan bagaimana mereka memprosesnya?

Sebelum penelitian itu, salah satu penulis utama dan tim peneliti menemukan bahwa mikrobioma usus menggunakan sulfoquinovose sebagai nutrisi. Untuk studi itu, para peneliti mengambil satu langkah lebih jauh dan menganalisis sampel tinja untuk menentukan dengan tepat bagaimana sulfoquinovose mempengaruhi mikroorganisme di usus.

“Kami sekarang dapat menunjukkan bahwa, tidak seperti glukosa, misalnya, yang memberi makan sejumlah besar mikroorganisme di usus, sulfoquinovose merangsang pertumbuhan organisme kunci yang sangat spesifik dalam mikrobioma usus,” kata penulis studi dan ahli mikrobiologi di University of Konstanz, David Schleheck dilansir Eat This, Not That!, Selasa (13/4).

Lebih khusus lagi, sulfosugar mendorong pertumbuhan eubacterium rectale, yang merupakan salah satu dari 10 mikroba usus paling umum pada individu sehat. Bakteri E. rectale memfermentasi sulfoquinovose melalui jalur metabolisme dengan menghasilkan, antara lain, senyawa sulfur, disingkat dihydroxypropane sulfonate atau DHPS. Senyawa itu berfungsi sebagai sumber energi untuk bakteri usus lain, seperti bilophila wadsworthia. Bilophila wadsworthia pada akhirnya menghasilkan hidrogen sulfida dari DHPS melalui jalur metabolisme.

Jadi, apa artinya semua ini? Pada dasarnya hidrogen sulfida diproduksi kedua sel di dalam tubuh, dan juga  kelompok mikroorganisme khusus dalam mikrobioma usus setelah makan sayuran berdaun hijau. Para peneliti menggambarkan penemuan itu sebagai hal yang mengejutkan, karena penelitian sebelumnya menunjukkan  sulfat dan taurin (yang merupakan dua zat yang terutama ditemukan dalam protein dan lemak, termasuk daging) diketahui sebagai sumber gas, bukan sayuran. Jelas bahwa gula sulfos dalam bayam juga bisa menghasilkan hidrogen sulfida alias gas berbau.

Sebaliknya, penelitian juga menunjukkan bayam memberikan banyak manfaat bagi mikrobioma usus, yang berarti Anda harus tetap mengonsumsi bayam dan sayuran hijau secara teratur. Para peneliti sekarang penasaran untuk melihat apakah sulfoquinovose memberikan manfaat kesehatan selain menyebabkan perut kembung yang bau. Faktanya, mereka memiliki kecurigaan sulfoquinovose dapat digunakan sebagai prebiotik, yang merupakan kunci probiotik (bakteri usus yang baik) untuk berkembang.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp