Bareskrim Tetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai Tersangka Penodaan Agama

Zozhep Paul Zhang telah ditetapkan sebagai tersangka penodaan agama.

JAKARTA – Bareskrim Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka kasus penodaan agama lantaran mengaku sebagai Nabi ke-26.

“Iya benar, ketika dimasukkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) yang bersangkutan sudah sebagai tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dikonfirmasi, Selasa (20/4).

Jozeph disangka melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP.

Menurut Rusdi, dari penelusuran pihaknya, Jozeph Paul Zhang diketahui berada di Negara Jerman.

“Sampai sejauh ini penelusuran dari Polri yang bersangkutan ada di negara Jerman,” kata Rusdi.

Karena berada di luar negeri, Polri pun melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ditjen Imigrasi dan pihak Interpol.

“Langkah-langkah yang telah diambil oleh Polri, Polri telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Imigrasi dan juga Interpol,” tutur Rusdi.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara sebelumnya menyebut, Jozeph Paul Zhang diketahui pernah ke Hongkong setelah dari Indonesia.

Angga mengungkapkan, Jozeph sendiri telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 silam. Pada awal tahun 2018, Jozeph terdeteksi berada di Hong Kong.

“Berdasarkan informasi dari database perlintasan Imigrasi, WNI atas nama Shindy Paul Soerjomoeljono, atau yang dikenal masyarakat sebagai Joseph Paul Zhang, terakhir kali meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018”, kata Angga. Kini, Bareskrim Polri pun telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap nama Jozeph Paul Zhang. Nantinya, polisi juga bakal mengajukan Red Notice kepada Interpol kepada Jozeph.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp