International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Banyak Keluhan Masyarakat Soal Pungli, Kapolri Sidak ke Satpas SIM Daan Mogot

JAKARTA(IM)-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Satpas SIM Polda Metro Jaya , jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (26/10). Sidak ini dilakukan setelah  marak keluhan masyarakat soal pungutan liar.

Dalam tayangan video yang disiarkan langsung Instagram @ListyoSigitPrabowo, tampak Kapolri dan jajaran memantau pelayanan masyarakat.

Dalam beberapa kesempatan, mantan Kapolda Banten ini mengajak diskusi para warga yang sedang melakukan pemohonan pembuatan SIM. Ia pun menanyakan beberapa hal terkait adanya kesulitan atau alasan warga baru membuat SIM.

Di lokasi ujian praktik, Kapolri bahkan sempat melihat warga yang tengah melaksanakan ujian berkendara. Ia pun mendoakan agar warga lulus mengikuti ujian tersebut. Ia pun beberapa kali menanyakan kepada Kasie SIM Polda Metro Jaya Kompol Akasa Kompol Rambing yang mendampinginya.

“Ini kalau gagal ujian praktik bisa langsung ulang,” tanya Kapolri.

“Siap jenderal dikasih waktu ulang 14 hari kemudian,” kata Kompol Akasa.

Kapolri pun meminta ada kebijakan jika masyarakat gagal tes ujian praktik bisa ulang dihari yang sama. Bahkan, orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini meminta masyarakat diberi latihan terlebih dahulu sebelum melakukan pratik ujian.

“Kalau bisa kasih kesempatan dua kali pada hari yang sama. Karena makan waktu juga jika datang lagi. Tadi saya dengar ada yang 4 kali gagal. Terus dikasih pelatihan dulu masyarakat sebelum ujian,” pinta Kapolri.

Warga pun sempat mengajak Kapolri berfoto. Ada pula warga yang berterima kasih saat Listyo melakukan sidak di sana dan mengapresiasi pelayanan pembuatan SIM.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk tidak menggelar operasi penindakan tilang pengendara secara manual. 

Hal itu berkaitan dengan menindaklanjuti adanya arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada jajaran Polri pada 14 Oktober 2022 lalu.

Instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

DI SATPAS  SIM CIKARANG 

Sementara itu, praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan bantuan calo masih saja  marak di Satpas SIM  Cikarang.

Keberadaan para calo  tersebut disinyalir dilindungi dan kerjasama dengan petugas Satpas.

Tampak setiap hari calo-calo berdatangan menawarkan jasanya kepada setiap orang yang baru tiba di parkiran.

Dilemanya, ketika jasa calo ditolak maka pemohon SIM akan dihadapkan dengan sulitnya saat mengurus SIM secara langsung.

Hasil investigasi media ini di Satpas SIM Cikarang, untuk pembuat SIM C lewat calo Rp 800 Ribu.

“Kalau mengurus sendiri kita tak Bakalan lulus mas, bisa bisa kita dua sampai tiga kali ulang. Kita ujian teori pun seperti sengaja dikalahkan,” ungkap Ilham pemohon SIM, saat ditemui di Satpas SIM Cikarang, belum lama ini. 

Menurutnya, untuk mendapatkan SIM C, dia harus mengeluarkan uang Rp 800 ribu.

“Lewat calo memang mahal mas, tapi kita pasti dapat SIM. Lain kalau kita ngurus sendiri, jangan harap lulus” ungkapnya.

Frans Gultom

Komentar