International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Bantah Hotman Paris, Paradi Sebut Otto Hasibuan Tetap Pimpinan Peradi

Peradi bantah Hotman Paris Hutapea.

JAKARTA – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) buka suara terkait tudingan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Di mana, Hotman menyebut sengkarut masalah yang terjadi buntut putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) tidak sah. Hal tersebut juga yang menjadi alasan Hotman hengkang dari Peradi.

Menurut Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Pusat, Suhendra Asido Hutabarat, pihaknya telah berdamai dengan penggugat bernama Alamsyah yang merupakan salah satu anggota aktif Peradi di wilayah Deli Serdang. Sehingga, gugatan itu seharusnya sudah batal.

“Nah, jadi mas Alam ini sudah membuat suatu pernyataan yang memang mengakui Munas dan mengakui kepemimpinan Prof Otto Hasibuan serta kepengurusannya,” kata Asido kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor DPN Peradi, Jakarta, Kamis 21 April 2022 malam.

Dia menjelaskan, Alamsyah semula menggugat penetapan anggaran dasar yang tidak melalui rapat pleno. Namun, proses tersebut kemudian sudah diubah oleh organisasi sejak dilakukan Munas Peradi tahun 2020. 

Sehingga, sambung Asido, Alamsyah sebagai penggugat pun telah menyetujui hal tersebut sebagai suatu perbaikan dan mencabut gugatan yang dilakukan. Ia pun memastikan objek gugatan yang dilakukan tak berkaitan dengan keabsahan Otto Hasibuan sebagai pemimpin Peradi.

Asido membeberkan, kesepakatan itu telah dilakukan pada 5 April sebelum MA memberikan putusan kasasi. Dalam surat perdamaian itu, Almsyah menyatakan tidak akan melakukan upaya hukum terhadap Peradi di bawah kepemimpinan Otto dan juga tidak akan mempersoalkan kepengurusan Peradi. Bahkan, Alamsyah juga mengakui Otto Hasibuan sebagai satu-satunya Ketua Umum organisasi profesi advokat tersebut.

“Kami terangkan supaya tidak ada keragu-raguan, apalagi kami mendengar ada peristiwa-peristiwa yang sampai membuat tidak nyaman gitu ya advokat Peradi khususnya,” papar Asido.

Dalam kesempatan yang sama, Alamsyah mengakui bahwa dirinya sudah menempuh jalur damai dengan DPN Peradi. Sehingga, ia pun tidak menyangka jika MA memberikan putusan menolak kasasi Peradi.

“Saya sendiri sudah melakukan perdamaian sebelum perkara ini diputus oleh MA tertanggal 5 April,” ujar Alamsyah.

Alamsyah juga menyampaikan bahwa dirinya telah mencabut gugatan tersebut. Kemudian, pihak tergugat juga merasa tak keberatan atas keputusan tersebut. Sehingga seharusnya kasus itu telah selesai.

Oleh karena itu, Alamsyah mengatakan bahwa dirinya akan meminta kepada Mahkamah Agung agar tak mengeksekusi putusan yang telah dibuat.

“Terkait MA memutuskan amar putusan menolak (kasasi Peradi), maka langkah hukum saya selanjutnya terhadap putusan tersebut saya tidak akan memohonkan eksekusi,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pengacara kondang Hotman Paris menyatakan salah satu alasan dirinya keluar dari Peradi lantaran merasa tak setuju Otto Hasibuan kembali menjabat di organisasi itu untuk ketiga kalinya. Ia pun menyinggung soal AD/ART organisasi yang tidak disahkan lewat munas, melainkan pleno. Juga menyinggung gugatan yang diajukan oleh Alamsyah dan telah diputus oleh hakim MA pada 18 April, sehingga kepengurusan Peradi di bawah Otto Hasibuan tidak sah.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga