International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Banjir Longsor di Filipina Tewaskan 31 Orang 

MANILA(IM)-Tanah longsor dan banjir yang melanda wilayah Filipina bagian selatan telah menewaskan sedikitnya 31 orang. Longsor dan banjir itu terjadi setelah hujan deras terus mengguyur, akibat terjangan badai tropis yang mendekati wilayah Filipina bagian selatan.Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (28/10), tanah longsor dan banjir dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Maguindanao, Filipina bagian selatan.

Menteri Dalam Negeri pada Wilayah Otonomi Bangsamoro, Naguib Sinarimbo, menuturkan bahwa 10 korban tewas di antaranya ada di kota Datu Blah Sinsuat di Pulau Mindanao, yang dilanda banjir.
Tiga korban tewas lainnya, sebut Sinarimbo, dievakuasi oleh para petugas penyelamat yang menggunakan perahu karet menyisir kota Datu Odin Sinsuat.

Ditambahkan Sinarimbo yang juga kepala pertahanan sipil untuk pemerintah setempat bahwa operasi penyelamatan untuk orang-orang yang dilaporkan hilang masih berlangsung. Dia tidak menyebut lebih lanjut jumlah korban hilang dalam bencana alam ini.

Dalam pernyataannya, Sinarimbo juga menuturkan bahwa tim penyelamat yang mencakup unit-unit militer tengah memeriksa area-area lainnya yang juga dilaporkan dilanda banjir dan longsor.
Hujan deras mulai mengguyur pada Kamis (27/10) tengah malam waktu setempat, terutama di wilayah-wilayah miskin yang dilanda pemberontakan bersenjata selama bertahun-tahun.

Kantor prakiraan cuaca di Manila melaporkan cuaca buruk itu sebagian disebabkan oleh Badai Tropis Nalgae, yang

disebut bergerak mendekati wilayah Filipina bagian utara. Kantor pertahanan sipil menyebut nyaris 5.000 orang dievakuasi dari area-area rawan banjir dan tanah longsor menjelang badai tropis itu menerjang pada Sabtu (29/10) atau Minggu (30/10) mendatang.
Menurut Sinarimbo dalam pernyataannya, kondisi cuaca pada Jumat (28/10) waktu setempat sedikit membaik setelah hujan terus mengguyur sepanjang Kamis (27/10) malam waktu setempat.
Sinarimbo memperkirakan jumlah korban jiwa masih mungkin bertambah. 

“Angkanya terus bergerak dan kami memperkirakan jumlahnya bertambah,” ucapnya

Frans Gultom

Komentar