Bahar Buasan: Bangka Belitung Berpotensi Jadi Sumber Ketahanan Pangan Nasional, Perlu Konsep Ekonomi 3+2

Bahar Buasan dengan latar perkebunan subur di Bangka. (foto ist)

PANGKALPINANG  – Wakil Ketua Umum Bidang Agribisnis, Peternakan dan Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bahar Buasan mengatakan Bangka Belitung berpotensi jadi sumber ketahanan pangan nasional.

Bahar Buasan dengan latar perkebunan di Bangka (foto ist)

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah acara  di Hotel Santika Pangkalpinang beberapa hari lalu.

Menurut Bahar,  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian hingga perikanan. Dia menilai di Bangka ada Durian Namlung dan Super Tembaga yang sangat berkualitas.

Lalu ada Nanas Bangka yang menurutnya paling enak sedunia. Di bidang perikanan, lanjutnya, ikan ketarap di Bangka Belitung memiliki kualitas terbaik, bahkan dijual dengan harga mahal di Hongkong.

Bahar Buasan dengan latar perkebunan di Bangka.

“Sekarang produksi timah mulai berkurang. Sudah saatnya pindah ke pola ekonomi alternatif yang saya beri nama Bangka Belitung 3+2. Pertama pertanian perkebunan, kedua perikanan kelautan dan ketiga adalah pariwisata. Kalau tiga ini berjalan dan bertumbuh, maka akan diikuti oleh +2 yaitu, perdagangan jasa dan industri,” kata Bahar.

Walau demikian, Bahar mengakui ada tantangan yang harus dihadapi dalam melaksanakan pola ekonomi alternatif ini. Satu di antaranya bagaimana memastikan marketing atau pemasaran dari produk-produk pertanian ini terjual di pasar.

Menurutnya, kekayaan alam tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus diimbangi pada kekuatan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen yang baik. “Kalau bicara soal marketing ada dua hal. Pertama soal produknya. Produk yang hebat dan bagus belum cukup tapi juga harus ada keberlanjutannya. Kedua adalah cara jualnya. Begitu banyak petani dan nelayan menghasilkan produk, tapi jika tak ada yang menjual apakah bisa laku,” tuturnya.

Bahar pun menandaskan,  peran masyarakat dan media penting dalam mengangkat pola ekonomi 3+2 ini, agar jadi kekuatan pangan baru di Bangka Belitung. Dia berharap pola ekonomi alternatif ini menjadi kekuatan baru yang menyejahterakan masyarakat. “Daerah maju, Bangka Belitung maju, Indonesia maju,” tandasnya. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp