Bahan Peledak Milik Jaringan Teroris Condet dan Bekasi Bisa Buat 100 Bom

Bahan peledak yang disita dari jaringan teroris Condet, Jaktim dan Bekasi, bisa membuat 100 bom.

JAKARTA  – Polisi  menyita sejumlah bahan peledak Triacetone Triperoxide (TATP) seberat 2 Kilogram dari penggerebekan terduga teroris di Condet dan Bekasi. Bahan peledak 2 kg itu sudah bisa  membuat 100 bom

“Kalau mau ditotalkan semua itu hampir 100 lebih bom yang akan disiapkan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus ketika dikonfirmasi, Rabu (31/3).

Ada sebanyak 12 bom yang siap diledakkan keempat pelaku perakit bom jaringan Condet Bekasi. Sebanyak lima bom di kediaman tersangka ZA di Bengkel Sinergy Motor, Jalan Raya Cikarang, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian, tujuh bom lain di kediaman tersangka HH alias Husein Hasny di showroom motor di Jalan Raya Condet Nomor 1, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Bom yang dihasilkan pun tidak hanya berkekuatan ledakan tinggi. Bahannya juga terdapat gotri (logam bulat kecil) atau paku.

“Jadi, kalau meledak nancep. Meledak paku-paku itu akan terbang ke orang-orang yang ada di situ,” jelas Yusri Yunus.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 15 junto Pasal 7 dan atau Pasal 9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana minimal 15 tahun penjara.

Sebagaimana diketahui, Empat terduga teroris diamankan dalam penggerebekan di Bekasi, Jawa Barat dan Condet, Jakarta Timur. Tiga orang berinisial ZA (37), BS (43) dan AJ (46) ditangkap di Bekasi.

Sementara, HH alias Husein Hasny yang disebut polisi merupakan eks Wakil Ketua Bidang Jihad Front Pembela Islam (56) ditangkap di Condet. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut Husein Hasny punya peran penting sebagai donatur perakitan bom untuk tiga terduga teroris lain yang dicokok di Bekasi.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp