Aziz Syamsuddin Segera Diperiksa Terkait Kasus Suap Oknum Penyidik KPK

Wakil Ketua DPR I Aziz Syamsuddin.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan oknum penyidik lembaga antirasuah, AKP Stepanus Robin Pattuju, dalam waktu dekat ini.

Salah satu yang bakal dipanggil adalah, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Aziz akan dimintai keterangannya sebagai saksi. Penyidik bakal mendalami peran atau keterlibatan Aziz Syamsuddin dalam kasus suap oknum penyidik KPK oleh Wali Kota Tanjungbalai, Syarial.

Azis diduga diduga fasilitator atau pihak yang mempertemukan Syahrial dengan Stepanus Robin Pattuju.

“Terkait peran dari pihak-pihak yang diduga terlibat, tentu akan di dalami lebih lanjut lebih dahulu pada proses penyidikan untuk kemudian disimpulkan. Pemeriksaan saksi-saksi akan segera dilakukan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (26/4).

Ali menekankan, pihak-pihak yang bakal dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini adalah mereka yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut. Sehingga, keterangan dari para saksi bisa membuat terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini.

“Mengenai pihak yang akan kami panggil sebagai saksi akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sekadar informasi, nama Aziz Syamsuddin terseret dalam skandal dugaan suap terkait penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Aziz Syamsuddin disebut sebagai fasilitator atau pihak yang mempertemukan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dengan Stepanus Robin Pattuju

Dari pertemuan itu, Stepanus Robin bersama rekannya, seorang pengacara, Maskur Husain bersepakat jahat dengan Syahrial. Kesepakatan jahat antara ketiganya itu berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Stepanus Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan jahat itu terjadi di rumah dinas Aziz Syamsuddin. Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, Stepanus Robin Pattuju baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial kepada Stepanus Robin melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp