AS Tutup Sejumlah Akses Bisnis Militer Myanmar

Para pengunjuk rasa memblokir jalan saat protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar,

SEOUL- Seorang tentara Korea Selatan (Korsel) telah dipecat secara paksa dari militer setelah menjalani operasi penggantian kelamin pria. Dia ditemukan tewas, yang dinyatakan sebagai bunuh diri.
Kematian tentara transgender tersebut telah memicu kemarahan publik hari ini (5/3). Publik Korea Selatan menyerukan reformasi hukum.
Petugas pemadam kebakaran menemukan Byun Hee-soo di rumahnya di Cheongju setelah seorang penasihat kesehatan mental menelepon layanan darurat untuk melaporkan bahwa dia tidak terdengar kabarnya selama beberapa hari.
Korea Selatan tetap sangat konservatif tentang masalah identitas seksual dan kurang toleran terhadap hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dibandingkan beberapa bagian lain di Asia. Banyak gay dan transgender Korea yang sebagian besar hidup di bawah pengawasan.
Byun, mantan sersan staf berusia 20-an tahun. Dia mendaftar militer secara sukarela pada 2017. Dia kemudian menjalani operasi penggantian kelamin pada 2019 di Thailand.
Kementerian Pertahanan mengklasifikasikan pencabutan alat kelamin laki-lakinya sebagai cacat mental atau fisik, dan panel militer memutuskan tahun lalu bahwa dia akan diberhentikan secara wajib.
Pada saat itu dia melepaskan anonimitasnya untuk tampil di konferensi pers, memohon dengan air mata agar diizinkan untuk melayani militer Korea Selatan. Dia saat itu mengenakan seragamnya dan memberi hormat kepada wartawan dan juru kamera yang berkumpul.

“Saya adalah seorang tentara Republik Korea,” katanya, dengan suaranya yang pecah.
Laporan media lokal mengatakan tidak ada catatan yang ditemukan, tetapi kematian itu diperlakukan sebagai bunuh diri. Kantor berita Yonhap mengutip pejabat setempat mengatakan bahwa dia telah mencoba bunuh diri tiga bulan lalu.
Kematian Byun memicu curahan kesedihan dan seruan agar anggota parlemen Korea Selatan mengesahkan RUU antidiskriminasi.
Sebuah altar peringatan untuk Byun didirikan di rumah sakit setempat di mana teman dan aktivis memberikan penghormatan hari ini.
Karangan bunga krisan putih—simbol berkabung di Korea—mengelilingi potret Byun yang tersenyum, dengan pakaian sipil.
Penghormatan diberikan oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) dan politisi liberal termasuk wakil ketua parlemen Kim Sang-hee, yang merupakan anggota parlemen wanita dengan peringkat tertinggi di Korea Selatan.
Setelah memberikan penghormatan, Hong Jeung-sun, seorang aktivis hak LGBT berusia 64 tahun yang putranya mengaku gay, mengatakan kepada AFP: “Ini adalah bunuh diri ketiga oleh seorang anggota minoritas seksual selama sebulan terakhir saja.”
“Dan mungkin ada lebih banyak lagi yang binasa dalam bayang-bayang tanpa kita sadari. Sebagai orangtua, hati saya hancur,” ujarnya sambil berlinang air mata.
Byun akan dimakamkan besok. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp