Aroma Balas Dendam di Laga Bayern Kontra PSG

Thomas Mueller dan Neymar akan bertemu lagi di babak perempatfinal. (foto ist)

MUNICH –  Bayern Munchen akan menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2020/2021. Laga ini digelar di Allianz Arena, Kamis (8/4) dinihari WIB.

Kedua tim terakhir  bertemu pada final Liga Champions musim 2019/2020 lalu. Kala itu, Die Roten menang dengan skor 1-0 lewat gol Kingsley Coman.

Bayern sebagai tuan rumah dalam performa terbaiknya. Tim racikan Hansi Flick selalu menang pada tujuh laga terakhir. Namun, pada duel ini, Bayern tidak akan diperkuat Robert Lewandowski karena cedera.

Jelang laga itu Bayern Munich didukung oleh modal yang cukup bagus. Di mana  meerka semakin menancapkan dominasi di puncak tabel Bundesliga menyusul kemenangan atas tim peringkat kedua RB Leipzig.

Meski tidak diperkuat Lewandowski yang terbelit cedera, raksasa Bavaria tetap terlalu tangguh untuk Leipzig. Die Roten menggondol poin maksimal dari Red Bull Arena berkat gol semata wayang Leon Goretzka yang menyempurnakan assist Thomas Muller.

Berkat hasil ini, tim besutan mereka sekarang memegang keunggulan tujuh angka atas Leipzig dengan Bundesliga tinggal tersisa tujuh pekan.

Sementara itu, performa PSG masih labil pada musim 2020/2021. Mauricio Pochettino memang mampu membawa PSG menyisihkan Barcelona di babak 16 Besar, tapi mereka kalah dua kali pada tiga laga terakhirnya di Ligue 1. PSG kalah dari Lille dan Nantes.

PSG  dan Lille memasuki laga mengoleksi poin sama 63, dengan PSG mengantongi selisih gol lebih baik. Namun, kini Lille berhak menguasai peringkat pertama dan memimpin tiga angka atas Les Parisiens, yang kehilangan Neymar karena kartu merah pada pengujung laga.

Neymar menerima kartu kuning kedua lantaran mendorong Tiago Dijalo. Menariknya, nama terakhir juga ikut-ikutan diusir gara-gara menunjukkan reaksi berlebihan dan mengeluarkan sumpah-serapah usai dilanggar Neymar.

Adapun gol penentu kemenangan Lille sendiri dilesakkan striker asal Kanada Jonathan David pada pertengahan babak pertama. Ligue 1 kini hanya menyisakan tujuh pertandingan lagi.

Kembali ke Bayern, melawan PSG tentu tidak semudah melawan RB Leipzig. PSG berisikan pemain yang haus gol seperti Neymar dan Kylian Mbappe. Maka sangat disayangkan mereka tampil tanpa mesin golnya, Lewandowski.

Hansi Film pasti dipusingkan dengan kondisi ini.  Namun sebenarnya Flick memiliki opsi untuk membuat Bayern Munchen tetap bisa mengalahkan PSG meski tanpa Lewandowski yakni  memainkan Eric Choupo-Moting.  Atau menjadikan Mueller sebagai striker murni.

Tentu orang-orang akan bertanya apakah cara ini berhasil mengingat rekam jejak Choupo-Moting sebagai pemain terdegradasi bersama Stoke City. Mungkin jika parameternya kemenangan Bayern Muenchen atas RB Leipzig akhir pekan lalu, bisa dikatakan berhasil.

Soalnya saat itu, Choupo-Moting dimainkan sebagai striker utama menggantikan Lewandowski. Meski gagal mencetak gol, tapi hasil akhirnya Bayern Muenchen bisa menang melawan RB Leipzig.

Well, kami tanpa Robert (Lewandowski), tentu sebuah kerugian. Tapi saya berusaha untuk membuat ramuan dengan pemin-pemain lain yang kami miliki. PSG adalah tim kuat, tapi kami harus mengatasinya,” kata Flick di situs klub

Di pihak lawan, pelatih  Mauricio Pochettino memperingatkan pasukannya agar jangan kepedean dengan absennya Lewandowski. Pochettino berkaca kepada mantan timnya, Tottenham Hotspur, yang berhasil menyingkirkan Manchester City, walau minus Harry Kane di hampir sepanjang duel. Padahal the Citizens saat itu lebih tangguh dan punya skuad yang lebih komplet.

“Dengan Tottenham, di perempatfinal melawan Manchester City di 2019, Harry Kane cedera di babak pertama leg pertama. Kami bermain hampir sejam (tanpa dia) dan leg kedua tanpa dia, striker terpenting kami, seperti Lewandowski untuk Bayern dan kami lolos. Bayern bukan hanya Lewandowski, yang memang adalah seorang pemain yang sangat penting tapi kekuatan utama Bayern itu kolektif,” kata Pochettino dikutip Marca.

Terlepas dari kondisi terkini kedua tim, duel Bayern Munchen  kontra PSG tetap akan berjalan seru. PSG tentu ingin membalas kekalahan di final Liga Champions musim lalu. Sedangkan, Bayern tidak ingin kehilangan gelarnya. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp