International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Antisipasi Macet saat Arus Balik, Polri Perpanjang “One Way” di Jalan Tol

Situasi lalu lintas di Kilometer 66 Tol Cikampek terpantau lancar selama penerapan sistem satu arah atau one way Minggu 8 Mei 2022 pagi.

JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, rekayasa lalu lintas satu arah atau one way akan diperpanjang. Hal ini upaya mencegah penumpukan volume kendaraan pada saat puncak arus balik mudik Lebaran 2022.

Perubahan rekayasa ini dilakukan karena melihat kondisi arus lalu lintas di ruas jalan tol, utamanya arus balik ke Jakarta yang mengalami peningkatan signifikan.

“Maka ada kemungkinan bahwa akan dilakukan perpanjangan waktu one way,” kata Listyo dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/5).

Sebagai informasi, dalam tiga hari terakhir, terjadi peningkatan pergerakan volume kendaraan, yakni dari 70.000 menjadi 130.000 kendaraan dan 158.000 kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama pada Jumat (6/5).

Sementara pada Sabtu kemarin, diperkirakan terdapat 160.000 kendaraan yang akan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama.

Listyo mengungkapkan, peningkatan kendaraan terlihat di GT Kalikangkung, khususnya pada pukul 15.00, 16.00, dan 17.00. Angkanya terus naik di atas 5.000 kendaraan per jam. Dampak dari peningkatan volume kendaraan ini baru akan dirasakan di GT Cikampek Utama setelah 6-7 jam kemudian.

”Oleh karena itu, terkait dengan evaluasi terhadap fluktuasi kenaikan angka-angka tersebut, maka ada kemungkinan bahwa akan dilakukan perpanjangan one way. Memang dari angka-angka yang ada, one way harus kita tambahkan waktunya,” kata Listyo.

Pada Minggu (8/5) pagi, aparat kepolisian telah menerapkan contra flow sejak Km 47 hingga Km 28. Sementara, setelah Km 28 hingga Gerbang Tol Halim, contra flow tidak diberlakukan.

Terpisah, Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, mengatakan, diperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Mingu (8/5).

Berdasarkan data Jasa Marga, dari 2 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) sejak H-10 hingga H1 Lebaran via jalan tol, baru 815.000 kendaraan yang telah kembali. Itu berarti, masih ada sekitar 1,2 juta kendaraan atau sekitar 60 persen pemudik yang belum kembali ke wilayah domisili.

H+4 Pecahkan Rekor

Jasa Marga mencatat rekor arus balik tertinggi “sepanjang sejarah jalan tol di Indonesia”. Rekor tersebut terjadi pada  Sabtu (7/5)  atau H+4 Lebaran 2022.

“Volume lalu lintas kembali ke Jabotabek dari arah timur (Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon dan Bandung) mencapai 170.078 kendaraan. Angka ini naik 159 persen dari normal 2021,”ujar Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan resmi, Minggu (8/5).

Heru mengatakan, jumlah ini mengalahkan rekor tertinggi sebelum pandemi pada Lebaran 2019 sebesar 166.444 kendaraan. Ia menjelaskan, lalu lintas dari arah timur dihitung berdasarkan kumulatif arus balik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui dua gerbang tol yaitu GT Cikampek Utama untuk pengendara arah Jalan Tol Trans Jawa dan GT Kalihurip Utama untuk pengendara dari arah Jalan Tol Cipularang. Mayoritas pengendara memang datang dari arah Tol Trans Jawa.

“GT Cikampek Utama, dengan jumlah 124.761 kendaraan, naik sebesar 272 persen dari normal 2021 sebesar 33.535 kendaraan,” kata Heru.

“Lalu GT Kalihurip Utama, dengan jumlah 45.317 kendaraan, naik sebesar 41 persen dari normal 2021 sebesar 31.968 kendaraan,” katanya menambahkan.

Namun demikian, Heru melanjutkan, perencanaan matang dan koordinasi lintas instansi yang lebih intensif membuat tingginya arus balik ini lebih dapat dikendalikan ketimbang 2019.

“Pada tahun 2019 untuk mengurai lalin sebesar ini dibutuhkan waktu hingga 24 jam untuk menguras kepadatan luar biasa yang terjadi di berbagai segmen Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” ujar Heru.

 Ia memprediksi, hari ini, lonjakan volume lalu lintas masih akan terjadi. Sejak awal, puncak arus balik memang diprediksi bakal terjadi hari ini.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga