International Media

Sabtu, 1 Oktober 2022

Sabtu, 1 Oktober 2022

Anies: Tebet Eco Park Contoh Naturalisasi Kawasan Hijau dan Biru

Anies Baswedan Resmikan Tebet Eco Park, Taman untuk Semua Warga Kota.

JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Tebet Eco Park, yang akan menjadi ikon baru Ruang Terbuka Hijau (RTH) ibu kota, untuk bisa dinikmati oleh masyarakat semua kalangan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), resmi membuka Tebet Eco Park sebagai Ruang Publik atau Ruang Ketiga di Jakarta dalam acara “Ngabuburit di Tebet Eco Park” pada Sabtu sore (23/4).

Anies Baswedan menandai dibukanya Tebet Eco Park di amfiteater taman yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Raya. Anies tiba di Tebet Eco Park pukul 16.00 WIB dan berkeliling taman sekitar 30 menit. Ia menyempatkan berbincang dengan perwakilan komunitas yang menikmati tiap sudut taman.

Sebelum direvitalisasi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini bernama Taman Tebet. Nama Eco Park diambil dari konsep yang diusung dengan menghadirikan keindahan alami melalui pemulihan ekosistem dan ruang terbuka hijau dan biru, dengan fasilitas taman yang bisa mengakomodasi aktivitas warga.

 “Pembangunan Tebet Eco Park lebih dari sekadar membangun tempat interaksi. Ini harus menjadi tempat mengirim pesan kepada penghuni kawasan urban, bahwa kawasan urban yang dulu diasosiasikan beton pencakar langit atau beton yang mencengkeram bumi, di tempat ini diubah menjadi tempat kehijauan dan kebiruan bersatu,” kata Anies Baswedan dalam pidato peresmiannya.

Anies mengatakan ini menjadi contoh naturalisasi yang akan menjadi Ruang Ketiga untuk masyarakat. Ruang Pertama, kata Anies, adalah rumah, Ruang Kedua adalah tempat kerja, dan Ruang Ketiga adalah Ruang Terbuka di antara tempat masyarakat berinteraksi.

“Kami membangun Ruang Ketiga yang memberikan perasaan kesetaraan, siapa saja, latar belakang apa saja, bisa berada di taman ini dan merasakan kesetaraan. Siapa pun yang masuk taman ini bisa bermain dengan fasilitas yang sama, berjalan di tempat yang sama, dan semuanya disiapkan pemerintah tanpa berbayar,” katanya.

Proyek ini, kata Anies, dijalankan cukup panjang sejak 2019 ketika pandemi belum muncul. Namun saat itu Pemprov DKI terus melanjutkan revitalisasi agar taman ini bisa dinikmati segera oleh warga.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan Tebet Eco Park menjadi mode ideal pembangunan taman di ibu kota. Seiring pertumbuhan kota yang pesat, kehadiran taman semakin dibutuhkan oleh warga sebagai tempat interaksi antarwarga atau warga dengan alam.

“Keberadaan Tebet Eco Park menawarkan ruang publik yang aman, nyaman, dan setara bagi warga tanpa dikenakan biaya, sekaligus agar warga bisa mengapresiasi keindahan alam terbuka di tengah kota,” kata Suzi saat acara peresmian. Konsep eco park di taman ini terlihat dalam pengaplikasian vegetasi dan tanggul alami, serta teknik soil bioengineering di saluran air yang ada di dalam taman. Selain membantu meningkatkan kapasitas tampungan air hujan, pendekatan yang dilakukan pada Tebet Eco Park menyelaraskan saluran air dan taman yang dilaluinya sebagai satu kesatuan ekosistem alami. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga