International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Anies Lempar Guyon Sehari Setelah Diperiksa KPK

Anies Baswedan

JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berguyon tentang pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin Anies baru saja diminta keterangan oleh KPK terkait penyelenggaraan Formula E.
Guyonan itu dilempar Anies saat memberikan sambutan dalam peresmian program hunian DP 0 Rupiah di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9).
Mulanya, Anies berbicara mengenai program itu dan menyampaikan terima kasih ke sejumlah pihak, termasuk ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengawal pembangunan rumah DP 0 rupiah.
Anies pun berharap pihak Kejati DKI tak mempermasalahkan program rumah DP 0 rupiah tersebut pada hari mendatang.
“Apresiasi kepada Kejati, terima kasih sudah mendampingi seluruh jajaran kejaksaan dalam seluruh proses ini, sehingga semua bisa bekerja dengan tenang, nyaman, jadi enggak perlu ada pemanggilan-pemanggilan di kemudian hari,” kata Anies sambil tertawa.
“Kalau enggak nanti dipanggilnya lama pak. Jadi semua bisa tidur enak gitu kan. Kita berharap ini bisa bergerak lebih jauh. Lebih luas jangkauannya,” ujarnya menambahkan.
Anies diperiksa KPK terkait penyelidikan dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E, Rabu (7/9). Anies diperiksa mulai dari pukul 09.30 hingga sekitar 20.30 WIB atau hampir 11 jam.
Saat dikonfirmasi kembali soal guyonan itu, Anies menjelaskan bahwa proses pemeriksaan oleh aparat penegak hukum itu cukup menyita waktu dan energi, sehingga kegiatan pemerintahan jadi acap kali terganggu.
“Dalam proses pemeriksaan itu menyita waktu, menyita energi, sehingga kegiatan-kegiatan kepemerintahan yang harus mereka lakukan seringkali terganggu. Darimana? Ya laporan-laporan, karena itulah kami terima kasih kepada Kepala Kejati, karena sejak beberapa tahun ini semua projek yang sedang kita kerjakan didampingi oleh beliau,” kata Anies.
Semenjak memimpin Ibu Kota, Anies mengaku pihaknya selalu melibatkan Kejati untuk mengawasi setiap kebijakan maupun program Pemprov DKI. Pihaknya selalu meminta pendapat hukum dari Kejati sebelum menetapkan kebijakan.
“Itu kenapa kalau peresmian Kejaksaan ikut hadir, karena beliau ikut dampingi proses-proses ini. Bukan hanya di sini, dan ini sudah dikerjakan paling tidak lima tahun terakhir ini dikerjakan dengan cara begitu,” jelas Anies.
“Harapannya semua potensi yang perlu kebijakan dikonsultasikan dulu ke mereka yang bisa memberikan opini legal dengan benar, sehingga dengan konsultasi itu maka jadi yakin supaya tidak perlu diulang penjelasannya di kemudian hari,” ujarnya menambahkan. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga