Angkasa Pura II Punya 4 Jurus Pengembangan Bandara

JAKARTA –  PT Angkasa Pura II (Persero)  atau AP II mendapatkan tugas untuk memperkuat jaringan pelayanan dan prasarana. Hal ini ditetapkan dalam sistem transportasi nasional alias Sistranas. AP II sejauh ini  mengelola 20 bandara utama di Indonesia dengan fokus dua bandara internasional.

President Director of AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya akan melakukan penguatan dan pengembangan bandara dengan cara modernisasi infrastruktur, penerapan teknologi, dan pengembangan SDM.

“AP II berupaya memperkuat Sistranas melalui modernisasi tiga aspek. Infrastruktur yang diibaratkan sebagai hardware, lalu sistem teknologi informasi sebagai software, dan kemudian pengembangan SDM sebagai brainware. Selain itu, kami juga fokus pada sustainability atau ramah lingkungan,” ungkap Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (19/9).

Awaluddin menjelaskan ada 4 hal yang akan dilakukan AP II untuk melakukan rencana modernisasi dan pengembangan bandara.

Pertama, Pengembangan Infrastruktur. AP II saat ini berfokus untuk pengembangandua bandara internasional Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu.

Di Bandara Soekarno-Hatta pihaknya sudah melakukan revitalisasi Terminal 1 dan 2 guna meningkatkan kapasitas menjadi 18 juta penumpang/tahun. Kemudian melakukan pembangunan integrated building sebagai pusat aktivitas ekonomi.

AP II juga telah memiliki rencana pembangunan Terminal 4 berkapasitas 40-45 juta penumpang/tahun yang dilengkapi dengan fasilitas state of the art technology. Selanjutnya, AP II juga akan mengembangkan Bandara Kualanamu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

Kedua, Pengembangan Adaptasi Teknologi. AP II menjalankan transformasi digital dengan memperkenalkan konsep Next Airport 4.0 dengan memperkenalkan tiga platform digital untuk menunjang operasional bandara.

Pertama aplikasi Travelin untuk layanan kepada penumpang (customer experience/CX). Lalu ada juga aplikasi iPerform untuk operasional (operational excellent/OX). Dan dalam waktu dekat akan diluncurkan Pocket Airport Collaborative Decision Making (ACDM) sebagai aplikasi untuk kolaborasi antar stakeholder bandara (ecosystem exploration/EX).

Ketiga, Peningkatan Kapasitas SDM. Kapasitas sumber daya manusia alias SDM di bidang transportasi udara menjadi salah satu yang juga akan ditingkatkan. Salah satu implementasinya adalah mendirikan Airport Learning Center pertama di Indonesia guna membentuk SDM yang melek teknologi digital.

Keempat, pengembangan berkelanjutan. AP II saat ini tengah mengembangkan bandara ramah lingkungan sebagai untuk transportasi yang lebih berkelanjutan. Salah satu yang dilakukan adalah dengan penggunaan PLTS, hal ini sudah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta. Pengembangan berbasis lingkungan yang dilakukan AP II juga diganjar dengan standar global. Tepatnya sertifikat sistem manajemen energi standar global ISO 50001 : 2018 untuk Terminal 3 Soekarno-Hatta.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp