Anggota DPRD Papua Robert Joppy Sambut Hangat Perusahaan Tiongkok Berinvestasi di Sektor Pariwisata dan Perikanan

Robert Joppy Kardinal berfoto bersama keponakan Wang Long Guang, Huang Wei Xing dan tokoh lainnya.

PAPUA–Anggota DPRD Papua dari etnis Tionghoa Robert Joppy Kardinal lahir di Sorong Provinsi Papua. Kakeknya adalah orang Fuqing.

Pada abad ke-19, bermigrasi dari Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok ke Kabupaten Tambrao, Papua. Lalu menikah dengan penduduk setempat. Hingga kini Robert Joppy Kardinal merupakan generasi ketiga.

 Robert Joppy Kardinal adalah seorang pengusaha sukses di industri perikanan.

Dia juga merupakan salah satu pekerja di Indonesia. Dirinya adalah kader Golkar yang dipilih sebagai anggota DPRD Papua.

Berkat rekomendasi  tokoh komunitas Tionghoa Huang Wei Xing, dia menjelaskan kondisi aktuil perekonomian Provinsi Papua saat ini kepada Guoji Ribao.

Dia menekankan selain tambang emas, perak, dan tembaga yang terkenal di dunia, jalur kehidupan ekonomi Papua juga menyimpan sejumlah besar mineral. Diantaranya yang terkenal yaitu PT Freeport.

Pemerintah saat ini menuntut kepemilikan saham mayoritas dan semuanya sedang dilaksanakan.

Selain itu juga meliputi kawasan hutan yang sangat luas. Sepanjang kayunya ditebang secara terencana untuk mendirikan pabrik pengolahan kayu, kemudian diekspor, hal ini sangat menjanjikan. “Kami menyambut hangat investasi asing di bidang ini,” ujar Robert Joppy.

Selain itu juga terdapat potensi sumber daya laut yang kaya seperti udang, ikan dan rumput laut serta sumber daya yang belum ditemukan.

Raja Ampat, yang baru-baru ini termasuk sebagai salah satu dari sepuluh besar destinasi wisata Indonesia. Raja Ampat memiliki daya tarik wisata dengan laut biru dan langit biru dengan pulau-pulau yang berdiri di atasnya. Seperti garis  pemandangan obyek wisata Guilin di Tiongkok.

Yang berbeda, perbukitan yang berdiri di Guilin berada di kedua sisi sungai. Sedangkan Raja Ampat berdiri sendiri di atas laut biru nan jernih. Infrastruktur objek wisata ini sangat menyambut hangat para pengusaha dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi.

Dia mengatakan, dalam kerangka Belt and Road, Koridor Timur Indonesia menyambut hangat perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Papua.

Saat ini, perusahaan investasi Sinochem Petroleum Group juga telah memasuki Kabupaten Sorong di Provinsi Papua Barat.

Dan Conch Cement juga mendirikan pabrik di sini. Dia berharap semakin banyak perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Papua. Masyarakat setempat juga sangat menyambut hangat hal tersebut.

Saat ditanya bagaimana cara mengatasi pandemi di Papua, dia mengatakan saat ini beberapa kabupaten di Papua sudah siap untuk dipecah menjadi zona hijau.

Menurut adat masyarakat setempat, wisatawan yang pergi ke kabupaten Papua diajak berendam di air dekat pantai. Sebelum mereka pergi menuju daratan. Ini seperti membersihkan dan mendisinfektan wisatawan tersebut.

Obat herbal di Papua juga memiliki khasiat pengobatan tertentu. Karenanya ada warga di pegunungan yang tergores kulitnya bisa sembuh hanya dengan mengoleskan ramuan local. Juga ada juga resep obat tradisional.

Industri seafood Papua kaya akan sumber daya, terutama udang, lobster, dan ikan salmon yang semuanya dapat diekspor ke luar negeri. Dia menekankan bahwa perusahaan Tiongkok disambut hangat datang ke Indonesia untuk berinvestasi dan melakukan negoisasi kerja sama, khususnya di Papua.

Dan dia dengan kemampuan terbaik yang dimilikinya bersedia menjembatani perusahaan Tiongkok tersebut dengan penduduk setempat. Untuk memberikan kontribusi aktif bagi hubungan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia.  jhk/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp