International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Anggota DPRD DKI Kritik TransJ Ubah Sistem Kartu Berujung Antrean Mengular

Antrean di halte TranJakarta.

JAKARTA- Anggota DPRD DKI Jakarta dari F-PDIP, Gilbert Simanjuntak mengkritik perubahan sistem kartu yang dilakukan TransJakarta hingga menyebabkan antrean panjang di halte. Gilbert menilai seharusnya perubahan sistem baru dilakukan jika sudah matang.
“Perubahan ini seharusnya dilakukan serentak bila sudah yakin tidak ada kendala. Ini jelas mengorbankan masyarakat,” kata Gilbert kepada wartawan, Selasa (4/10).
Gilbert mengatakan dia banyak menerima keluhan dari warga sejak pagi tadi. Dia mengatakan antrean mengular di halte bus TransJakarta menyebabkan warga terlambat masuk kerja.
“Ada yang kirim WA, nge-tweet dan Instagram. Mereka kesal atau dongkol karena bikin telat dan lelet,” ujarnya.
Gilbert mempertanyakan kajian serta kesiapan JakLingko maupun TransJakarta dalam melakukan perubahan sistem. Semestinya, menurut dia, langkah ini dilakukan ketika JakLingko, TransJakarta, maupun Dishub bisa memastikan tak akan ada kendala yang terjadi.
“Sekarang terbukti ketidaksiapan Dishub sebagai regulator utama, dan TransJakarta, JakLingko terlibat sebagai pengelola dan BUMD lain yang terlibat,” ucapnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI itu juga menerima informasi perubahan sistem ini mendukung penerapan tarif integrasi transportasi. Dia mengatakan kejadian hari ini akan menjadi bahan evaluasi.
“Ini akan jadi evaluasi keberhasilan tarif integrasi yang mereka tawarkan dan kita beri waktu 6 bulan,” jelasnya.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari F-PKS, Suhud Alynudin memahami tujuan perubahan sistem dilakukan dalam rangka peningkatan layanan. Kendati begitu, dia tetap meminta ke depannya TransJakarta dapat menyosialisasikan setiap perubahan kepada masyarakat demi menghindari kejadian tak diinginkan.
“Pemberlakuan sistem baru memang perlu sosialisasi yang massif dan kesiapan petugas layanan dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seperti adanya antrean panjang,” kata Suhud.
Dia juga meminta petugas bus TransJakarta dapat dibekali dengan pembelajaran menghadapi situasi gaduh.
“Petugas layanan ataupun sistem harus dipastikan bisa mengantisipasi antrean. Agar penumpang bisa keluar halte TJ dengan cepat, untuk menghindari terjadi kerumunan yang berpotensi memunculkan kegaduhan,” ujarnya. ***

Prayan Purba

Komentar