Anak Tewas Disiksa demi Pesugihan, Tetangga Dengar Jeritan Memilukan

Polisi minta izin autopsi jenazah Dandi Saputra.

GOWA – Kasus tewasnya Dandi Saputra, kakak kandung AP yang diduga jadi korban pertama pesugihan kedua orangtuanya di Gowa, Sulawesi Selatan, kini semakin jelas. Tetangga korban sempat mendengar jeritan Dandi, sebelum dinyatakan tewas.

Sebenarnya warga sudah berusaha masuk ke rumah korban, tapi urung karena

diancam akan disiram dengan air panas. Peristiwa memilukan itu terjadi di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Tetangga korban, Masraya Daeng Bella mengatakan, saat mendengar adanya penganiayaan, dia dan beberapa tetangga lain berusaha memasuki rumah korban, namun diancam dengan air panas.

“Kami diancam disiram air panas jika menolong,” ujarnya.

Nahas, Dandi tewas dengan penuh luka di wajahnya.

Sementara itu tetangga lain, Winarni mengaku saat Dandi sudah disemayamkan, dirinya melihat banyak darah yang berceceran, juga air dan garam berserakan di rumah korban.

Melihat kejanggalan tewasnya dandi saputra, polisipun merencanakan pembongkaran makam pekan depan.

Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau (PPA) Reserse Kriminal Polres Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta persetujuan keluarga AP untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Dandi Saputra di pemakaman Kelurahan Gantarang Kecamatan Tinggimoncong.

Polisi membutuhkan persetujuan keluarga untuk bisa mengungkap penyebab tewasnya korban.

Pihak keluarga mencurigai kematian Dandi Saputra tidak wajar. Selain melihat wajahnya yang penuh luka lebam, kondisi wajah hitam dan di sekitarnya ditemukan garam berceceran di dalam kamarnya. Diduga korban tewas akibat dicekoki air garam oleh orangtuanya.

Menurut keluarga AP yang juga paman korban, Bayu,  saat ini proses penyelidikan tentang tewasnya Dandi Saputra Diserahkan kepada polisi untuk diungkap.

Meski demikian, keluarga Dandi Saputra mengakui masih ada keluarganya yang menolak untuk dilakukan pembongkaran makam. Usai menerima persetujuan dari keluarga, polisi berjanji akan segera melakukan pembongkaran makam dan melakukan proses autopsi.

Sudah sepekan berlalu pemakaman terhadap jenazah Dandi Saputra yang diduga tewas akibat dijadikan tumbal oleh kedua orangtuanya di Gowa. Sementara adiknya, AP yang juga diduga dijadikan tumbah pesugihan matanya dicungkil. Keluarga korban berharap polisi secepatnya melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab tewasnya Dandi Saputra.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp