International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

AMI dan Anindya Gelar Acara  Sosialisasi Permendag No 25 Tahun 2022 Tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor

KI-KA: Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Sihard Hadjopan Pohan; Direktur Tata Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang; Direktur Pengelola Layanan Data dan Kemitraan, Lembaga Nasional Single Window, Ircham Habib dan General Manager PT Anindya Wiraputra Konsult, Ardi Poeloengan saat jadi narasumber acara Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan No 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, Kamis (22/9).

JAKARTA – Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) dan PT Anindya Wiraputra Konsult menggelar acara Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag)No 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, yang berlangsung di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/9) mulai pukul 10.00 WIB.

Tampil sebagai narasumber yakni Direktur Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Sihard Hadjopan Pohan; Direktur Tata Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang; Direktur Pengelola Layanan Data dan Kemitraan,  Lembaga Nasional Single Window, Ircham Habib dan General Manager PT Anindya Wiraputra Konsult, Ardi Poeloengan.

Ardi Poeloengan (kedua dari kanan) usai memberikan cenderamata kepada Sihard Hadjopan Pohan, Moga Simatupang, Ircham Habib dan Ojak Simon Manurung,  didampingi Sutjiadi Lukas (kiri).

Ketua Umum AMI Sutjiadi Lukas dalam sambutannya mengatakan, acara ini bertujuan agar para pengusaha atau pelaku usaha serta rekanan bisnis mengetahui secara detail peraturan tersebut. Selain itu para pengusaha dapat menyampaikan masukan kepada instansi terkait.

Ardi Poeloengan memberikan cenderamata kepada Sutjiadi Lukas dan Eko Wibowo Utomo (Ketua Forum Pengusaha Sepeda Indonesia).

“Inilah tugas asosiasi yakni menjembatani pengusaha dengan pemerintah atau intansi terkait. Sebagai pengusaha  tentu sangat berharap, peraturan yang ada tetap mempermudah pengusaha dalam menjalankan bisnis. Termasuk kemudahan tetap boleh impor produk tertentu, karena terkait alih teknologi. Intinya berbagai peraturan yang ada diharapkan selalu memberikan gairah bisnis di dalam negeri,” kata Lukas.

Sihard Hadjopan Pohan yang membuka acara tersebut mengatakan, pemerintah pasti memberikan kemudahan bagi pengusaha dalam berusaha.  Dan Peraturan Menteri Perdagangan No 25 Tahun 2022 merupakan  amanah UU Cipta Kerja, yang memformulasikan peraturan yang tadinya parsial, kini menjadi satu.

Sutjiadi Lukas memberikan cenderamata kepada Ardi Poeloengan.

Moga Simatupang saat itu menjelaskan antara lain tentang pengawasan distribusi, parameter pengawasan untuk import mainan anak, parameter pengawasan untuk import sepeda, dan lain-lain.

Sementara Ircham Habib  menjelaskan antara lain  tentang implementasi neraca komunitas  tahun 2022, tahapan penyusunan neraca komunitas dan sistem nasional neraca komunitas.

Foto bersama Sutjiadi Lukas, Ardi Poeloengan,  Sihard Hadjopan Pohan, Moga Simatupang, Ojak Simon Manurung,  para  pengurus AMI dan staf Anindya saat acara Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan No 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta,  Kamis (22/9).

Sedangkan Ardi Poeloengan memperkenalkan tentang PT Anindya Wiraputra Konsult (Anindya), yang mana telah ditunjuk oleh Kemendag RI sebagai perusahaan surveyor swasta pertama untuk melakukan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI). Anindya tidak hanya ada di sejumlah kota di Indonesia, tetapi juga di beberapa kota di luar negeri.

Acara sosialisasi ini diikuti  ratusan pengusaha yang tergabung dalam AMI atau pengusaha terkait. Dari mereka,  ada yang memberikan pertanyaan atau masukan. Salah satunya terkait pengawasan terhadap e-commerce online di mana banyak yang melakukan penjualan pakaian bayi tanpa SNI.

Para peserta acara Sosialisasi Permendag No 25 tahun 2022.

Menjawab pertanyaan tersebut Moga Simatupang menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan dengan melakukan take down terhadap oknum pengusaha (usaha) tersebut.

Acara sosialisasi juga menyediakan door prize bagi peserta dengan hadiah utama sebuah sepeda motor.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga