Amarta Karya Gandeng CCCI Bikin Komponen Proyek

JAKARTA –  PT Amarta Karya (AMKA) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding dengan PT China Communication Construction Indonesia (PT CCCI) terkait kerja sama produksi expansion joint dan elastomer bearing pad.

Melalui kerja sama ini, AMKA yang adalah  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini melakukan utilisasi workshop manufaktur untuk produksi dan perakitan, serta melakukan pemasaran dan distribusi. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama AMKA Nikolas Agung dan Direktur Utama PT CCCI Fan Yifeng.

Hadir Corporate Secretary AMKA Brisben Rasyid, Kepala Divisi Operasi III AMKA Firman Sri Sugiharto, Kepala Divisi Keuangan AMKA Pandhit Seno Aji, Kepala Human Capital & Business Development AMKA Anthony Ramdhan, Kepala Departemen Human Capital & Business Development AMKA Ari Antonius Nugroho, Kepala Departemen Divisi Operasi III AMKA Herman dan Business Development Advisor AMKA Oki Fahreza.

“Kerja sama ini merupakan implementasi dari kemitraan strategis dalam rangka meningkatkan produktivitas workshop manufaktur milik AMKA, sehingga dapat mendukung pengembangan bisnis baru perusahaan ke depannya,” kata Direktur Utama AMKA Nikolas Agung, Sabtu (27/3).

Pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia saat ini ditopang oleh adanya metode hilirisasi yang diterapkan oleh pemerintah. Pertumbuhan juga didukung oleh peningkatan investasi dan kinerja ekspor yang dapat mempertahankan nilai industri manufaktur. “Untuk itu, melalui kerja sama ini, AMKA mengambil peran dengan berkontribusi dalam mengembangkan industri manufaktur di tanah air,” lanjutnya.

PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) merupakan perwakilan dari China Communications Construction Company Limited (CCCC), yakni BUMN  RRT yang bergerak di bidang investasi, desain, konstruksi untuk sektor infrastruktur.

“Kami telah merencanakan dan mengimplementasikan industri 4.0 di sektor manufaktur demi meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Hal ini merupakan wujud komitmen kami agar tetap dipercaya oleh para stakeholder serta pelanggan kami,” tegas Nikolas.

 Sebelumnya, AMKA telah merampungkan sejumlah proyek manufaktur melalui workshop yang dimilikinya, seperti fabrikasi pengadaan jembatan gantung Kementerian PUPR, box girder Tol Kunciran Jakarta, dan beberapa proyek manufaktur lainnya. Nikolas menegaskan, pada Februari lalu,  AMKA optimistis meraih target pendapatan hingga Rp1,5 triliun tahun ini dengan mencanangkan sejumlah strategi, salah satunya kemitraan strategis. Langkah ini diyakininya sebagai motor dalam melipatgandakan pendapatan perseroan sekaligus dapat berkontribusi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp