ALI JABER MENINGGAL DUNIA
Wapres: Kita Kehilangan Ulama Kharismatik yang Dakwahnya Sejuk dan Menenangkan

Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat. Ulama besar Syekh Ali Jaber menjadi penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah. Syekh Ali Jaber merupakan seorang ulama yang kharismatik yang dakwahnya menyejukkan dan menenangkan.

          JAKARTA (IM) – Wakil Presi den Ma’ruf Amin menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya pendakwah Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1) pukul 08.30 WIB. Wapres Ma’ruf mengatakan, sosok Syekh Ali Jaber merupakan seorang ulama yang kharismatik yang dakwahnya menyejukkan dan menenangkan.

           “Inalillahi waina ilaihi rojiun. Allahumagfi rlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Saya mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Syekh Ali Jaber, seorang ulama kharismatik yang dakwahnya sejuk dan menenangkan,” ujar Ma’ruf melalui rekaman video di kanal YouTube Wakil Presiden, Kamis sore.

          Menurut Ma’ruf, semasa hidupnya, jangkauan dakwah Syekh Ali Jaber sangat luas dan selalu memotivasi umat. Terutama untuk bersatu dalam ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, Ma’ruf juga menyampaikan belasungkawanya kepada para ulama yang wafat di tengah pandemi Covid-19. “Semoga almarhum Syekh Ali Jaber beserta almagfurlahum para ulama lain yang telah mendahului kita diterima amal ibadahnya dan dimaafkan segala kesalahannya oleh Allah SWT,” kata dia.

          Ma’ruf juga mendoakan agar para keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan atas musibah tersebut. Ia pun mengajak seluruh syiar dan dakwah mereka dilanjutkan dengan terus menyebarkan ajaran Islam yang menyejukkan dan menenangkan.

          Adapun Syekh Ali Jaber merupakan tokoh kelahiran Madinah yang saat ini sudah berkewarganegaraan Indonesia. Ulama berusia 44 tahun itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pukul 08.30 WIB Kamis pagi akibat sakit.

Tokoh Pemersatu Umat

          Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya Syekh Ali Jaber pada Kamis pagi.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat. Ulama besar Syekh Ali Jaber wafat hari ini,” kata Mahfud dalam akun Twitternya yang terpantau di Jakarta, Kamis (14/1).

          Menurut Mahfud, Syekh Ali Jaber menjadi penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah.

           “Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati, beliau memanggil saya ‘Guru’ atau ‘Ayah’,” tulis Mahfud.

          Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengaku beberapa hari sebelum diberitakan terinfeksi Covid-19, Syekh Ali Jaber menyambangi ke rumahnya.

           “Beliau menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Ka’bah,” kata Mahfud.

Syekh Ali Jaber juga memiliki keinginan untuk mencetak sejuta penghafal Al-Qur’an di tanah air.

           “Guru, saya mau mencetak sejuta penghafal Qur’an. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan,” kata Mahfud menirukan perkataan Syekh Ali Jaber.

Merasa Tenteram

          Presiden Keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu merasa tenteram mendengar ceramah almarhum Syeikh Ali Jaber.

          SBY mengatakan salah satu tausiyah yang membuatnya tenteram ketika Syeikh Ali Jaber menjenguk almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono) yang sedang sakit di Singapura.

           “Saat itu, saya dengarkan tausiyah yang sejuk agar saya tetap kuat, tabah, dan sabar dalam menerima cobaan dan ujian Allah SWT,” ujar SBY, melalui akun Twitternya @ SBYudhoyono yang dilihat di Jakarta, Kamis (14/1).

          SBY menggambarkan tutur kata Syeikh Ali Jaber ketika ceramah jauh dari kata-kata kebencian (hatred) dan permusuhan (hostility).

           “Mendengarkan ceramahnya, hati saya tenteram dan bersyukur karena itulah ajaran Islam yang sejati,” kata SBY.

          SBY mengatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya dengan kabar Syeikh Ali Jaber yang tutup usia di RS Yarsi, Kamis,pukul 08.30 WIB.

          Ia juga mengucapkan selamat jalan dan mendoakan agar segala ibadah dan amalan saleh almarhum bisa diterima sang Pencipta dan meninggal dalam husnulkhatimah.

Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

          Ustaz Yusuf Mansur Ulama terkemuka Syekh Ali Jaber dimakamkan di pemakaman keluarga Ustaz Yusuf Mansur di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/1).

          Aminudin (53), penggali liang lahat mengatakan, ada dua pekerja yang disiapkan untuk menggali makam. Liang lahat digali dengan kedalaman 1,8 meter.

           “Ya, ini makam keluarga Yusuf Mansur, bapak, emak, engkong, neneknya. Semuanya di sini,” ujar Amin di Pondok Pesantren Darul Quran, Tangerang, Kamis (14/1).

          Lokasi pemakaman berada di bagian depan pondok pesantren tidak jauh dari pintu gerbang di sisi kanan. Sekilas pemakaman ini tidak terlihat seperti tempat pemakaman.

          Hanya ada gundukan tanah dengan ditanami rumput hijau dan batu nisan yang terlihat. “Memang tidak dipasang batu hanya nisan. Tanahnya subur. Kedalaman 1,5 meter air sudah keluar. Itu nimbain terus, kalau gak ditimba mah gak bisa kerja,” kata Amin.

          Setelah digali, genangan menghilang sehingga tidak akan mengganggu pemakaman. Sebaliknya, air itu memudahkan penggalian liang lahat.

          Jenazah Syekh Ali Jaber tiba di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Quran, Tangerang, Banten sekitar pukul16.40 WIB. Tampak keluarga dan para pelayat mengantarkan jenazah Syekh Ali Jaber. Hadir juga Ustaz Yusuf Mansur, yang merupakan pemilik ponpes.

          Area ponpes sendiri tampak dibatasi. Hanya pihak tertentu yang mendapatkan izin dari Yayasan Daarul Quran yang diperbolehkan masuk ke area ponpes dan pemakaman. Area Ponpes pun tampak dijaga oleh anggota TNI dan Polri.

          Lantunan tahlil terdengar menggema di area pemakaman mengiringi jenazah Syekh Ali Jaber yang diangkat untuk dimakamkan. Jenazah kemudian diazankan oleh pihak keluarga Syekh Ali Jaber sebelum liang kubur ditutup. Sebelum dimakamkan di Ponpes Daarul Quran, jenazah Syekh Ali Jaber terlebih dahulu disemayamkan terlebih dahulu di kediamannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. ● han

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp