Alat Kontrasepsi Ditemukan Berserakan saat Pembongkaran Bangunan Lokalisasi Gang Royal

Pembongkaran lokalisasi Gang Royal di Penjaringan Jakarta Utara.

PENJARINGAN –  Tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri melakukan pembongkaran bangunan lokalisasi Gang Royal, yang berada  di bantaran rel kereta api wilayah Penjaringan yang perbatasan antara Jakarta Utara dan Jakarta Barat, Rabu (5/5).

Petugas mulai melakukan aksi penertiban sekitar pukul 16.40 WIB. Satu per satu pintu kafe berlantai dua tersebut mulai didobrak. Tiap-tiap kafe penghuninya kosong, namun barang-barang di dalamnya masih utuh.

Saat dilakukan pembongkaran, ternyata masih banyak barang milik pemilik maupun pekerja yang ditemukan,  seperti kasur, bantal, kursi, botol miras (minuman keras) hingga pengeras suara.

Selain itu, petugas juga menemukan alat kontrasepsi yang berceceran di sejumlah kamar dalam kafe Gang Royal. Ada yang bekas pakai, ada juga yang terlihat masih utuh.

“Ini ada dua kondom ya. Satu masih terbungkus, satu udah terbuka, udah dipakai. Merek Sutra,” kata petugas tersebut. Kepala Seksi Operasional Pol PP Jakarta Utara, Purnama mengatakan sebelum dibongkar pihaknya telah memberi himbauan.

“Memang ini tempat prostitusi, karena kita juga sudah memberikan imbauan di pinggir – pinggir tembok. Mereka sudah mengetahui bahwa kita akan melakukan penertiban ini dan kita tinggal eksekusi,” kata Purnama saat ditemui di lokasi.

Dalam operasi penertiban ini, Purnama mengatakan, selain meresahkan masyarakat sekitar, adanya bangunan di bantaran rel sangat membahayakan perlintasan kereta api.

“Kita juga koordinasi dengan PT KAI. Kita bantu pihak KAI mereka akan lanjutkan supaya mereka melanjutkan pembongkaran yang sudah kita lakukan. Kita sampaikan kepada mereka bahwa sudah ditertibakan,” ucapnya.

Adapun untuk barang-barang yang dibongkar dari kafe prostitusi Gang Royal, dikatakan Purnama akan dibawa ke gudang penyimpanan di kawasan Koja, Jakarta Utara. Para pemilik bisa mengambil barang-barang mereka setelah membuat surat pernyataan dan mengikuti sidang tindak pidana ringan di pengadilan.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp