Aksi Preman yang Palak Sopir Truk Semakin Meresahkan

Pelaku pemalakan saat beraksi memalak sopir truk di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara./istimewa

JAKARTA – Aksi gerombolan pemalak supir truk kembali terjadi di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (23/3) siang. Video aksi pemalakan tersebut viral di jejaring media sosial (sosmed).

Akun Instagram @jakarta.terkini memposting aksi preman yang dilakukan sekelompok orang ini, Kamis (25/3) pagi. Video sendiri telah ditonton oleh 94.334 pengguna Instagram

“Diduga aksi pemalakan terhadap sopir terjadi di Jl. Raya Cilincing, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara pada Selasa, 23/3),” demikian keterangan dalam caption.

Dalam postingan video itu terlihat ada dua remaja tampak naik ke sebuah truk box yang merlintas di kawasan itu. Keduanya pun tampak mengambil beberapa barang dan langsung pergi.

Tak hanya itu, seorang remaja lainnya dari sisi kiri truk menggunakan hoodie biru dongker juga terlihat berlari bersama keduanya. Diduga remaja itu satu komplotan dengan keduanya.

Sementara itu, sejumlah warga net menyayangkan aksi para pelaku ini, mereka menilai sudah sebaiknya para pelaku ditindak tegas dan diamankan oleh polisi.

“Profesi yg paling terzolimi ya supir truk. Banyak punglinya mulai dari preman, ormas sampai petugas juga ada. Di jalan sering di diskriminasi pengguna jalan lain, Supir truk adalah orang2 yg paling sabar di jalan. Bawa kebdaraan berat, besar, panjang kalo gak sabar di jalan ya abis semua di geprek,” kata dinarsaputra dalam komentar postingan.

Beberapa waktu lalu aksi pemalakan terhadap sopit truk terjadi di wilayah Tangerang. Seorang preman memalak sopir truk yang hendak melintas mengangkut barang ke proyek apartemen di Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Video itu diunggah akun Instagram @tangerang24jam. Pemalakan itu secara sembunyi-sembunyi direkam oleh kernet melalui kamera handphone. Terjadi dialog antara sopir dengan preman berkaus hitam yang menghampiri truk.

Lalu dari kejauhan, seorang lainnya terdengar berteriak sambil menyebutkan jumlah nominal uang sebesar Rp150 ribu yang harus disetor oleh sopir truk jika melalui jalan itu.

“Pekgoh,” teriak kawanan itu.

Kemudian dibalas sopir truk dengan jawaban “dua lembar doang surat jalannya itu. Nggak semuanya,” ucap Sopir.

Lantas seorang preman yang berada dipintu kemudi truk memastikan lagi kepada sopir, “Di situ penerimanya siapa?, tower B apa C sih, pekgoh (Rp150 ribu) ya,” ucap preman tersebut, sambil memberi kuitansi.

Unggahan video pemalakan itu viral hingga mendapat like sebanyak 1.125 netizen serta mendapat 136 tanggapan. Banyak yang menyesalkan terjadinya praktik pungutan liar secara terang-terangan di lokasi.

Mendapat kabar itu, Kapolsek Cisauk AKP Fahad Hafidhulhaq langsung mendatangi lokasi dalam video yang viral. Pria yang tampak dalam video pemalakan langsung diamankan. Diketahui jika pelaku berinisial AK (30).

“Kami sudah tindaklanjuti adanya praktek pungli yang diupload di media sosial Instagram dengan melakukan penyelidikan ke SGA (Serpong Garden Apartement). AK sudah kami amankan,” katanya di Mapolsek Cisauk, Rabu (3/3) lalu.

Namun sampai saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan pihak-pihak yang menjadi korban dari pemalakan tersebut. Namun begitu, polisi tetap mengumpulkan keterangan dari lokasi kejadian.

Untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, tentunya kan harus ada korban atau pelapornya untuk menjalani proses secara hukum. Namun demikian kami tetap melakukan penyelidikan lanjutan nanti kalau ada orang yang merasa dirugikan, oleh karena itu saya berharap kepada pihak pihak yang dirugikan untuk melaporkan hal tersebut ke Polsek Cisauk,” bebernya.

Menambahkan itu, Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Margana memastikan, bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kegiatan yang dapat merugikan masyarakat, seperti dugaan praktek pungli yang viral tersebut. “Dengan melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Cisauk, baik patroli tertutup maupun patroli terbuka, sehingga tidak ada ruang untuk pelaku pungli,” ucapnya terpisah.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp