Akhirnya Beruntung Divaksin Covid-19

Setelah divaksin, Yi Ru Xiang dan Xia Zhi Yun memperoleh sertifikat vaksinasi.

DENPASAR–Sejak Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang berusia 77 tahun divaksin Covid-19, pihak berwenang juga telah melakukan vaksinasi gratis kepada warga berusia di atas 60 tahun di berbagai provinsi dan kota, termasuk Bali.

Ini adalah hal yang menggembirakan bagi warga lansia. Karena persebaran virus Covid-19 semakin lama semakin massif.

Wabah Covid-19 bukannya berkurang malah terus meningkat. Hal tersebut membuat banyak orang khawatir.

Beruntung, Indonesia sudah mulai memopulerkan vaksinasi Covid-19. Dan semua warga harus merespon aktif kegiatan vaksinasi ini.

Bulan lalu, untuk memprioritaskan promosi pariwisata di Bali, pihak berwenang terlebih dulu memberi vaksin kepada lebih dari 5.000 orang di Bali, termasuk operator wisata, pemandu wisata, pekerja hotel dan biro perjalanan. Mereka secara bertahap divaksin Covid-19.

Komunitas Tionghoa Bali juga mengimbau warga Tionghoa untuk aktif melakukan vaksinasi.

Rekan penulis Tionghoa Bali pasangan suami istri Yu Qi Shou dan pasangan suami istri Li Ping Ding juga divaksin Covid-19.

Dua hari lalu, saya juga menerima sms dari ketua PSMTI Bali Li Shi Xin yang menginformasikan bahwa lansia berusia di atas 60 tahun dapat mendaftar diri untuk divaksinasi di Puskesmas terdekat secara online.

 Karena putri tertua Zhong Qiong Yan telah mendaftarkan kami (Yi Ru Xiang dan Xia Zhi Yun) maka pada keesokan hari kami menerima sms pemberitahuan. Bahwa pukul 9  pagi itu kami dapat melakukan vaksinasi di Puskesmas.

Kami datang di Puskesmas tepat waktu. Disana telah berkumpul sejumlah orang. Menurut informasi dalam sehari Puskesmas hanya melayani vaksinasi sebanyak 50 orang saja.

Pihak Puskesmas telah mengatur dengan baik. Semua duduk berjarak. Setelah mengisi formulir rekam medis yang disiapkan maka kami menyerahkannya kembali kepada petugas Puskesmas.

Setelah menunggu jam dua, maka giliran kami masuk ke ruang pemeriksaan. Perawat mengukur suhu tubuh, mengukur tekanan dan gula darah. Kondisi Xia Zhi Yun semuanya normal.

Sedangkan tekanan darah saya 160/100. Kata dokter jika lebih dari 180 maka tidak bisa divaksinasi. Untung kami berdua memenuhi persyaratan, sehingga kami berhasil divaksinasi.

Setelah duduk dan diobservasi selama setengah jam. Jika tidak ada reaksi yang merugikan maka sertifikat vaksinasi akan dikeluarkan dan dosis vaksin kedua akan disuntikkan 1 April mendatang.

Sekembalinya saya merasa baik-baik saja. Hanya pada sore hari menikmati buah durian yang dikirim rekan penulis Tionghoa Li Ping Ding.

Tak disangka tengah malam suhu tubuh mendadak naik. Dan tubuh gemetar. Saya lalu segera minum empat “Kapsul Lianhua Qingwen”. Setelah berkeringat, suhu tubuh perlahan mulai turun dan tubuh berhenti gemetar.

Namun ketika terbangun keesokan harinya, tubuh terasa lemah, letih dan mudah tersinggung. Detak jantung saya 120.

Terpaksa seharian saya beristirahat di sofa. Malam hari, detak jantung dan tekanan darah saya perlahan kembali normal. Dan saya dapat tidur dengan nyenyak malam itu.

Sekarang kondisi saya telah pulih seperti sedia kala dan saya kembali dapat bekerja menulis dengan tenang. Sabtu (6/3) lalu, anak dan cucu saya  mengirimkan angpao sebagai tanda ucapan selamat ulang tahun ke-80.

Namun yang harus diingat yaitu setelah vaksinasi, anda juga masih harus mematuhi protocol kesehatan, menjaga jarak sosial, sering mencuci tangan dan memakai masker saat keluar. Virus tidak pandang bulu dan kita harus melindungi diri kita, kerabat, teman dan tetangga anda. Kesehatan semua pihak adalah kesehatan yang sesungguhnya. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp