International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Ade Yasin Minta Ayah yang Siksa Anak Tiri Dihukum Berat

Bupati Bogor, Ade Yasin.

CIBINONG-  Bupati Bogor, Ade Yasin mengecam tindakan ayah yang menyiksa anak tirinya yang baru berusia 8 tahun di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Ade berharap, pelaku dapat dihukum berat, sebagai komitmen Pemkab Bogor menjaga status sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Pelaku telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, ini perbuatan keji dan melanggar hukum. Saya meminta pihak Kepolisian untuk segera memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku, agar tidak terulang di kemudian hari,” ujar Ade Yasin, Kamis (7/4).

Ade menjelaskan, Pemkab Bogor akan terus meningkatkan komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bogor. Kekerasan terhadap anak harus diminimalisir, bahkan tidak boleh ada lagi kasus serupa di Kabupaten Bogor.

“Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk aktif memantau lingkungan sekitarnya. Segera laporkan kepada pihak yang berwenang, jika melihat atau mengetahui ada tidak kekerasan terhadap anak di lingkungannya,” jelas Ade.

Sundut Rokok hingga Setrika Tangan

Kesadisan RR memang membuat geleng-geleng kepala. Tidak hanya mengikat kaki dan tangan, RR tega menyundut hingga menyetrika tangan anak tirinya.

Ketua RW10 Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Syarif mengungkapkan, pelaku RR yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) itu, juga berlaku kasar terhadap istrinya.

“Menurut tetangganya, anak itu diikat dari pagi hari, sebelum berangkat kan jadi ojol kerjanya. Terkuaknya pas sudah pulang, ada orang yang dengar, terus dipanggil warga lainnya buat menyelamatkan anak itu,” kata Syarif, Rabu (6/4).

Kata Syarif, berdasarkan keterangan tetangga pelaku dan korban, kekerasan semacam ini sudah beberapa kali terjadi. “Katanya pernah disundut rokok disetrika juga pernah,” kata Syarif.

Sementara istri pelaku sekaligus ibu kandung korban, Ayu mengakui bahwa pelaku kerap marah kepada korban karena kelakuan nakal kepada anak pelaku. “Sudah saya ingatkan supaya jangan diikat. Karena namanya juga anak-anak mah nakal biasa. Saya sudah minta ikatannya dibuka tapi dia enggak mau,” kata Ayu.

Ayu mengakui bahwa kejadian seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Ayu pun tidak ragu mengungkapkan jika dirinya kerap kali dipukuli oleh suaminya itu. Bahkan, sehari sebelum diikat menggunakan tali plastik, korban sempat disetrika tangan kanannya oleh pelaku lantaran sempat menumpahkan air panas kepada anak kandung pelaku. “Kalau dipukul sudah sering. Alasan disetrika karena supaya anak saya ngerasain sama yang dirasain anak dia. Banyak luka ke anak saya berkas disetrika. Ini juga udah dua kali dia urusan sama polisi mudah-mudahan jera deh,” katanya. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga