International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Ada Upaya Kriminalisasi Terhadap Perusahaan Tambang Batubara P.T. Tuah Globe Mining

Jalan menuju lokasi stockpile batubara perusahaan tambang batubara PT Tuah Globe Mining (TGM) di Kalimantan Tengah, dirusak orang-orang tidak bertanggungjawab.

JAKARTA – Onggo selaku kuasa hukum PT Tuah Globe Mining (TGM) menyebut  ada pihak –pihak tertentu  yang berupaya mengkriminalisaasi perusahaan milik kliennya dengan melaporkan ke polisi atas tuduhan tindak pidana minerba.

Pada bulan Agustus dan September 2022, beberapa karyawan TGM dimintakan keterangan oleh Dittipidter Bareskrim Mabes Polri. Bahkan salah satu saksi daripihak  TGM diperiksa dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam.Ia dicecar 92 pertanyaan.

Onggo menjaskan, permasalahan ini berawal dari pengaduan masyarakat yang tidak jelas sumbernya ke Bareskrim mabes polri pada tanggal 11 Agustus 2022. Kemudian, pada 25 Agustus 2022, datang 3 orang polisi ke lokasi tambang batubara milik TGM. Polisi tersebut langsung mengambil foto dan mewawancarai beberapa petugas keamanan TGM.

“Kami menduga laporan ke Bareskrim ini berasal dari ormas yang kerap bawa-bawa nama presiden .Anehnya saat pemeriksaan diketahui bahwa penyidik melakukan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana minerba tanpa menjelaskan pasal apa yang menjadi obyek pemeriksaan. Ini sangat lucu sekali, jadi orang diperiksa dulu, dicari-cari dulu kesalahannya, baru ditentukan Pasalnya. Padahal dalam hukum pidana yang seharusnya dilakukan penyidik adalah ada dugaan perbuatan pidana, menentukan pasal pidana, dan memeriksa saksi, kalau yang terjadi terhadap TGM saat ini adalah terbalik.” kata Onggo dalam siaran persnya.

Ini pihak saatTGM melalui kuasa hukumnya sedang menyelidiki siapa aktor intelektual yang membuat laporan palsu, yang kini ditangani Bareskrim Polri.

Onggo menegaskan, pihaknya akan menempuh upaya hukum dengan membuat membuat laporan balik  jika ternyata tuduhan si pelapor tidak terbukti.

 “Kami sudah memiliki bukti permulaan siapa di belakang ini semua, dan bayangkan pada saat Direktur dan saksi TGM diperiksa, penyidik memaksa saksi membawa dokumen legalitas perijinan padahal beban pembuktian ada pada si pembuat pengaduan bukan di TGM.”

Klien kami sudah menyampaikan adanya 22 perijinan TGM dalam berita acara, selanjutnya menjadi tugas penyidik memeriksa kebenaran perijinan tersebut di instansi terkait sebagaimana yang telah disampaikan oleh klien kami. Yang lucunya dalam pemeriksaan setelah berita acara di print untuk diperiksa sebelum ditandatangani, ternyata muncul pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan sebelumnya. Ada  apa ini? Untung kami periksa terlebih dulu dengan teliti.”

Kami meminta bapak Kadiv Propam dan Karo Paminal mengatensi perkara ini, Klien kami hendak memenuhi RKAB yang menguntungkan negara, jangan Klien Kami dihambat hanya karena laporan main-main yang ditanggapi tanpa bukti – bukti yang konkrit. Dan anehnya jalan tambang kami dirusak oleh orang suruhan warga negara asing pada Juli 2022 dan sampai sekarang perkaranya belum berjalan sebagaimana mestinya di Polda Kalteng, ada apa ini dan siapa di belakang ini semua ?” Ujar Onggo

Sebagaimana diketahui bahwa TGM pernah dirugikan oleh Direktur P.T. Kutama Mining Indonesia yang saat ini telah divonis 3 tahun penjara. Menurut Onggo, patut diduga perkara di Bareskrim saat ini ada kaitannya dengan perkara melawan P.T. Kutama Mining Indonesia.

“Dalam pemeriksaan saksi, penyidik menanyakan perihal keterkaitan dengan P.T. Kutama Mining Indonesia. Kami heran, apa kaitanya perkara dumas ini dengan Kutama Mining Indonesia? Kami menduga ada mafia tambang warga negara asing di belakang perkara ini karena saat ini ada beberapa warga negara China di belakang PT Kutama Mining Indonesia yang diduga mencoba merebut tambang TGM dengan cara mengkriminalisasi TGM melalui ormas-ormas yang telah kami identifikasi dan sedang kami periksa keabsahan legalitasnya di Kementerian Hukum Dan HAM.”  Kata Onggo. ***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga