Wednesday, 08 February 2023

Wednesday, 08 February 2023

75% Dana Hasil IPO BMBL untuk Capex

JAKARTA  – PT Lavender Bina Cendekia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BMBL, Rabu (11/1). Pada debut perdananya, harga saham BMBL dibuka di level Rp188, sama seperti harga penawaran yang ditetapkan perseroan sebelumnya.

Adapun, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 16,10 juta, dan nilai transaksi mencapai Rp2,78 miliar. Sedangkan frekuensinya sebanyak 2.249 kali.

“Ini adalah salah satu momen yang sudah kami impikan. Lavender dari dulu memang sudah kami visikan untuk go public,” kata Direktur Utama BMBL, Galih Pendekar dalam acara seremoni Pencatatan Saham BMBL di Jakarta, Rabu (11/1).

Dijelaskan Galih,   selama ini industri bimbingan belajar banyak dipandang sebelah mata, padahal memiliki potensi yang besar. Untuk itu, ia membawa perusahaannya untuk masuk ke bursa, yang disebutnya sebagai liga premier.

“Kami berkomitmen untuk berkontribusi dan meningkatkan industri pendidikan di Indonesia, menggunakan segala cara yang kami pahami, baik bertumbuh secara offline maupun online,” ujar Galih.

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak 280 juta saham atau 27,19% dari total modal disetor dan ditempatkan.

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 224 juta Waran Seri I atau 29,87% dari total saham disetor dan ditempatkan dalam penawaran umum, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250. Maka, total dana yang akan didapatkan dari Waran Seri I sebesar Rp56 miliar.

Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan sebesar 75% dana hasil IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), berupa pelunasan pembelian apartemen dan bangunan, pembelian ruang kantor, penambahan ruang kelas, dan renovasi kantor dan ruang kelas.

Selain itu, capex tersebut juga akan dialokasikan untuk renovasi bangunan dan apartemen, pengembangan kanal pembelajaran digital, pengembangan konten untuk pembelajaran digital, serta program virtual reality. Sisanya sekitar 25% akan digunakan untuk modal kerja berupa biaya pemasaran, biaya training dan biaya konsultan pengembangan untuk sumber daya manusia (SDM) dan keuangan.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media