5 Polisi Bersaksi di Sidang Kasus Pembunuhan dengan terdakwa John Kei

Susana sidaang kasus pembunuhan dengan terdakwa John Kei di PN Jakbar.

JAKARTA (IM) – Setelah dua minggu diundur, sidang kasus pembunuhan berencana dan pengeroyokan yang menjerat John Kei dan kawan-kawan dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada pada Rabu (14/4).

 Jaksa Penuntut Umum menghadirkan lima orang saksi verbalisan atau saksi penyidik. Kelima penyidik dihadirkan ke persidangan karena pada persidangan terdakwa mengaku di bawah tekanan atau paksaan saat diperiksa polisi.

“Kita memeriksa apakah saksi ini melaksanakan ancaman kekerasan dan selanjutnya,” kata Yulisar, Hakim Ketua pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (14/4).

Kelima orang yang dihadirkan adalah penyidik dari Unit Resmob Polda Metro Jaya, yakni Suyamto, Bintoro, Riko Butarbutar, Bayu Ekayanto, dan Rai. Delapan orang tahanan dari Lapas Pemuda Kelas 2A Tangerang turut hadir secara virtual. Mereka adalah Tuche Kei, Revan Abdul Gani, Arnold Titahena, Cola, Muhammad Arsyad, Theo Rauantokman, Wilhelm Laisana, dan Roni Ekakaya.

Pada sidang Rabu (24/4) lalu, mereka dihadirkan sebagai saksi kasus John di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Mereka mengaku sempat disiksa saat diperiksa polisi sehingga membantah BAP yang ada.

“Saya disiksa saat diperiksa polisi,” kata Tuche di persidangan.

Hal tersebut disampaikan Tuche saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya mengapa keterangan saksi di sidang hari ini berbeda dengan laporan BAP. Menurut jaksa, di dalam BAP, tertulis bahwa sempat ada pertemuan di rumah John Kei di Titian, sebelum tragedi pembunuhan salah satu anak buah Nus Kei di Duri Kosambi pada 21 Juni 2020.

Dalam BAP, tertulis bahwa John sempat bertanya apa hukuman bagi pengkhianat, kemudian dijawab oleh anak-anak buah John Kei, termasuk para saksi, secara serentak “pengkhianat harus mati”. Namun, dalam sidang, para saksi tak membenarkan hal tersebut.

“Saya tidak benarkan BAP yang ada karena saya disiksa saat diperiksa,” kata Revan, saksi lainnya, dalam sidang.

“Itu saya disuruh tandatangan kertas HVS kosong belum ada tulisan apa-apa waktu diperiksa polisi,” kata Tuche.

Ketika dikonfirmasi oleh jaksa, saksi lainnya juga mengungkapkan disiksa oleh polisi saat pemeriksaan. Karena hal ini, lima orang saksi verbalisan dihadirkan.

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp