International Media

Minggu, 7 Agustus 2022

Minggu, 7 Agustus 2022

5.500 Bunker Nuklir di Finlandia, Punya Kafetaria Hingga Lapangan Bola

Lapangan sepakbola di salah satu bunker nuklir Finlandia.

Finlandia ternyata memiliki jaringan bunker bawah tanah untuk melindungi warganya dari serangan nuklir dan bahan kimia beracun. Bunker-bunker memiliki struktur yang tahan ledakan, kedap gas, dan dapat melindungi penghuninya dari radiasi dan bahan kimia beracun.

Terletak sekira 18 meter di bawah tanah, tempat penampungan sipil di Helsinki ini dapat menampung hingga 6.000 orang. Tidak seperti gambaran bunker yang biasanya lekat dengan kondisi gelap dan lembab, tempat perlindungan ini terang, bersih dan hangat.

Bahkan jaringan bunker ini dilengkapi dengan lapangan sepak bola, taman bermain anak, kafetaria, dan tempat parkir mobil.

Ada 5.500 bunker serupa di seluruh kota, menciptakan jaringan luas fasilitas bawah tanah yang telah dibangun sejak 1980-an.

Meskipun selama ini  digunakan untuk parkir, penyimpanan, acara olahraga, dan lainnya, namun bunker-bunker dirancang untuk melindungi orang-orang di Finlandia dari serangan.

Berbicara kepada CNBC dari dalam bunker, Tomi Rask, seorang guru kesiapsiagaan di Departemen Penyelamatan Kota Helsinki, mengatakan bahwa semua jenis senjata telah diperhitungkan saat merancang tempat penampungan.

“Tahan ledakan, kedap gas, radiasi dan bahan kimia beracun,” katanya sebagaimana dilansir CNBC.

Bunker ini juga harus dapat diubah dan siap digunakan sebagai tempat perlindungan dalam waktu 72 jam.

“Kami perlu memberi ruang bagi orang-orang yang datang ke tempat penampungan dan itu berarti beberapa bangunan, beberapa benda perlu dibawa pergi,” tambahnya.

“Tapi kita tidak perlu (sepenuhnya) mengosongkan tempat penampungan sebelum kita dapat mengambil orang karena dalam waktu berlindung, Anda akan memerlukan beberapa bentuk peralatan,” tambahnya, menjelaskan bahwa mobil, misalnya, dapat menyediakan beberapa ruang pribadi untuk keluarga.

Taman bermain juga dianggap penting selama waktu berlindung, untuk memungkinkan anak-anak melepaskan tenaga dan orang tua untuk beristirahat. Tempat penampungan sipil ini “mungkin satu-satunya hal yang bisa kami berikan kepada NATO,” tambah Rask.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga