Friday, 19 April 2024

Search

Friday, 19 April 2024

Search

45 Perusahaan Antre Masuk Bursa

JAKARTA – Sebanyak 45 perusahaan antre untuk mencatatkan sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana yang dihimpun diperkirakan mencapai Rp 49,5 triliun.

“Sampai dengan 19 Januari 2023, terdapat 45 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dengan perkiraan dana yang dihimpun sebesar Rp49,5 triliun,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Jumat (20/1).

Adapun rincian perusahaan yang mau IPO yakni, 5 perusahaan dari sektor basic materials, 8 consumer cyclicals, 1 consumer non-cyclicals, 3 energi, 2 finansial dan 4 kesehatan.

Lalu 2 industri, 3 infrastruktur, 3 properti & real estate, 8 teknologi dan 6 transportasi & logistik. “Perusahaan pada sektor consumer cyclicals, dan technology paling banyak pada pipeline pencatatan saham, sedangkan sisanya tersebar pada sektor lainnya,” katanya.

Diungkapkan Nyoman, beberapa calon emiten yang mengincar dana di atas Rp1 triliun. “Beberapa di antara perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham, ada yang menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun yaitu 2 perusahaan pada sektor energy, 1 perusahaan pada sektor financial, dan 1 perusahaan pada sektor basic materials,” jelasnya.

 Untuk diketahui, saat ini sudah ada 11 perusahaan yang ada di sistem e-IPO, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (BSMT), PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT), PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Hillcon Tbk (HILL), PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), PT Vastland Indonesia Tbk (VAST), dan PT Penta Valent Tbk (PEVE).

“Sampai dengan tanggal 19 Januari 2023, perusahaan yang telah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia berjumlah 8 perusahaan,” tandasnya.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media