Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Perayaan Cap Go Meh Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera

KI-KA: Darmadi Durianto, Gayus Lumbuun, Hasto Kristiyanto, Oesman Sapta Odang, Sugeng Prananto, Dato Sri Tahir, Yusuf Hamdani, Iwan Mahatirta, Hendra Yan Chandra Djoko Susanto dan Murdaya Poo menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada Perayaan Cap Go Meh 2023 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera, Jumat (10/2).

JAKARTA– Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera sukses menggelar Perayaan Cap Go Meh 2023, yang berlangsung  di Sun City, LTC Glodok, Jl Hayam Wuruk, Jumat (10/2) mulai pukul 18.30 WIB.

Segenap tamu istimewa,  pimpinan dan tokoh Hakka Indonesia melakukan toast untuk kesehatan dan kesuksesan bersama.

Hadir Sekjen PDI Perjuangan  DR Ir Hasto Kristiyanto,  Anggota Dewan  Pertimbangan Presiden Dato Sri Prof DR Tahir, Anggota DPR RI DR Darmadi Durianto, Ketua  Umum Partai Hanura DR Oesman Sapta Odang, Asisten Deputi Bidang Budaya Provinsi DKI Jakarta Muhammad Mawardi, Prof Gayus Lumbuun, tokoh komunitas Tionghoa Indonesia, tokoh Hakka baik yang di Jakarta maupun dari berbagai provinsi dan kota di Tanah Air.

Foto bersama Sugeng Pranano, Iwan Mahatirta, Lie Joeng Lim, Muliawan Jahja dan warga Hakka Indonesia.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu disusul dengan mars Hakka Indonesia.

Ketua panitia, Muliawan Jahja dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada segenap hadirin. Ia berharap agar semua meraih kesuksesan di tahun Kelinci Air.

Foto bersama Sugeng Prananto, Herman Widjaja, Wong Jit Kwin, Hadi Gunaman, Tjie Tjin Fung dan keluarga besar Hakka Bandung.

Gayus Lumbuun selaku Dewan Kehormatan Abadi Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) menyebutkan bahwa Imlek dan Cap Go Meh sudah menjadi perayaan di banyak negara.

Ia memuji peran suku Tionghoa Indonesia, termasuk suku Hakka Indonesia yang sudah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.  Bahkan  menjelang kemerdekaan Indonesia  di BPUPKI terdapat empat suku Tionghoa yang ikut terlibat yakni Liem Koen Hian,  Oey  Tiang Tjoei,  Oey Tjong Hauw  dan Tan Eng Hoa.

Foto bersama Hasto Kristiyanto, Djoko Susanto, Wihadi Sunito, Andi Hakim dan tokoh Hakka Indonesia lainnya.

Ketua Harian PHIS, Hendra Yan Chandra mengatakan Cap Go Meh merupakan tradisi suku Tionghoa. Maka, bagi Hakka Indonesia, Cap Go Meh  merupakan momen yang tepat untuk mempererat persaudaraan.

Ketua Umum Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera, Sugeng Prananto, dalam pidatonya menceritakan sejarah panjang perjalanan suku Hakka di Indonesia.  Dan Sugeng mengaku bangga menjadi anak bangsa Indonesia, bangsa yang menjunjung tinggi keberagaman.

KI-KA: Tjie Tjin Fung, Hadi Gunaman, Wong Jit Kwin,   Darsono Sugiarto, Herman Widjaja dan Lie Sarpin.

“Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, agama dan ras, dan kita semua saling menghargai. Semua itu berkat Pancasila yang menjadi pegangan kita semua,” ujar Sugeng.

Disampaikan Sugeng,  bangsa Indonesia patut bersyukur karena Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 dan menerbitkan Keppres Nomor 6 Tahun 2000.

Foto bersama Sugeng Prananto, Murdaya Poo, Iwan Mahatirta, Buniarti Ningsih, Hendra Yan Chandra, Tedy Susanto,  Tirtahadi Sendaja  dan warga Hakka Indonesia.

Dan tentu juga patut berterima kasih kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri yang mengeluarkan Keppres No 19 2002 yang menetapkan Imlek sebagai Hari Nasional dan mulai 2003 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional.

“Mari kita segenap suku Hakka Indonesia untuk terus mengambil peran dalam pembangunan bangsa yang kita cintai,” kata Sugeng.

Foto bersama Sugeng Prananto, Iwan Mahatirta, Yusuf Hamdani, Ny Yusuf dan warga Hakka Indonesia lainnya.

Dato Sri Tahir yang juga Dewan Kehormatan Abadi PHIS dalam pidatonya memberikan apresiasi kepada suku Hakka Indonesia yang selalu memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia. Ia pun  menyebut Museum Hakka Indonesia di Taman Budaya Tionghoa Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah, yang menunjukkan kekompakan suku Hakka Indonesia.

KI-KA: Muliawan Jahja, Rusli Gunawan, Iwan Mahatirta, Herman Widjaja dan Tjie Tjin Fung.

Lebih jauh ia mengatakan,  pemerintah Indonesia melakukan yang terbaik saat pandemi menimpa dunia. “Selama tiga tahun, pandemi membuat segalanya menjadi sulit. Tetapi Bapak Presiden Joko Widodo bersama Anggota Kabinet memberikan jalan keluar yang luar biasa, sehingga perekonomian tetap berjalan dengan baik. Kita patut bersyukur memiliki Presiden Jokowi bersama Anggota Kabinet yang ada,” ujarnya.

Dato Sri Tahir juga menggaribawahi bahwa hubungan RI dan RRT juga sangat baik dan memasuki era yang sangat penting. Dan hubungan yang erat ini tentu menyejahterakan masyarakat kedua negara.

. Foto bersama Murdaya Poo,  ibu-ibu Hakka dan warga Hakka Indonesia lainnya.
 

Oesman Sapta Odang yang juga Dewan Kehormatan Abadi PHIS di awal sambutan meneriakkan:  ‘Cap Go Meh’ sebanyak tiga kali. Ia menyebut Cap Go Meh patut dirayakan bersama dengan sukacita.

Hasto Kristiyanto di awal pidatonya menyampaikan salam hangat dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.  Ia menyebutkan,  Cap Go Meh mempererat persatuan Indonesia.

KI-KA: Ali Suganda, Murdaya Poo dan Janto Tjahjadin.

“Bangsa kita sangat menjunjung tinggi keberagaman. Dan kita patut bersyukur memiliki Presiden Joko Widodo  yang sudah membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Maka, marilah kita semua terus ikut membangun bangsa dan saling menghormati,” kata Hasto.

Ketua Pembina PHIS Murdaya Poo menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh kepada segenap hadirin dan berharap semua meraih kesuksesan.

Foto bersama Iwan Mahatirta, Artalyta Suryani (Ayin), Imelda Wijaya, Andi Hakim, dan lain-lain.

Wakil Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Martinus Johnnie Sugiarto yang membacakan pidato tertulis Ketum PSMTI Willianto Tanta,  berharap semua anak bangsa  meraih kesuksesan di Tahun Kelinci Air, sebagaimana dengan sifat kelinci yang lincah, cepat dan cerdas.

Sementara Ketum Perkumpulan Persatuan Guangdong Indonesia Harris Chandra, di awal pidatonya mengajak hadirin untuk mengheningkan cipta bagi korban gempa di Turki dan Suriah.   

Setelah itu, ia  berharap agar segenap komponen bangsa Indonesia menyambut masa depan dengan semangat dan antusiasme guna meraih kesuksesan.

. Paduan Suara Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera

Sementara Atase Kedubes RRT untuk Indonesia Cai Zhi Feng menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada segenap hadirin. Ia berharap warga suku Hakka Indonesia terus berperan aktif dalam meningkatkan hubungan RRT dan Indonesia.

Acara itu semakin akrab dengan penampilan atraksi hiburan seperti penampilan barongsai Kong Ha Hong, Grup Angklung pimpinan Ny Teddy Sugianto, nyanyian, wushu, dan lain-lain.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media