Sunday, 19 May 2024

Search

Sunday, 19 May 2024

Search

38 Perusahaan Antre Masuk Bursa

JAKARTA – Animo perusahaan untuk menghimpun dana melalui instrumen pasar saham masih tinggi. Hal itu terefleksikan dari daftar antrean atau pipeline proses penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Efek Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, sampai dengan awal Februari terdapat 38 perusahaan dalam pipeline IPO. Perusahaan-perusahaan ini berasal dari berbagai sektor.  “Perkiraan dana yang dihimpun (dari IPO) sebesar Rp48,4 triliun,” kata Nyoman, kepada media, Jumat (3/2).

Ke-38 perusahaan yang berada dalam pipeline IPO beserta sektor asalnya terdiri dari 3 perusahaan dari sektor barang baku,  2 perusahaan dari sektor perindustrian,  5 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, 1 perusahaan dari sektor konsumer primer dan 8 perusahaan dari sektor konsumer non-primer, 7 perusahaan dari sektor teknologi,  3 perusahaan dari sektor Kesehatan, 2 perusahaan dari sektor energi,   1 perusahaan dari sektor keuangan, 3 perusahaan dari sektor properti dan real estat, serta  3 perusahaan dari sektor infrastruktur.

Dengan demikian, perusahaan dari sektor konsumer non primer dan teknologi menjadi yang paling banyak pada pipeline pencatatan saham. Kemudian, banyak perusahaan berasal dari sektor transportasi dan logistik serta perusahaan sektor barang baku. “Dari 38 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, terdapat anak perusahaan BUMN,” kata Nyoman.

Saat ini terdapat 10 perusahaan yang telah berada pada sistem e-IPO, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Avianna Sinar Abadi Tbk (IRSX), PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Hillcon Tbk (HILL), PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), PT Vastland Indonesia Tbk (VAST), PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING), dan PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR).

Tingginya minat perusahaan untuk menghimpun dana lewat pasar modal juga terefleksikan dari sudah banyaknya perusahaan yang IPO pada awal tahun ini.

BEI mencatat, hingga 2 Februari sudah terdapat 11 perusahaan yang menyelesaikan IPO pada 2023.  Dengan tingginya antusias perusahaan, BEI optimis dapat merealisasikan target penambahan jumlah emiten pada tahun ini.

BEI sendiri menargetkan penambahan 57 perusahaan tercatat baru.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media