31 Surat dari Ayah Adolf Hitler

Adolf Hitler

Sebuah buku baru tentang keluarga diktator yang terkenal,  “Hitler’s Father: How the Son Became a Dictator”, memuat 31 surat dari Alois Hitlet, ayah kansung Adolf Hitler,  yang sebelumnya tak pernah terungkap.

Dalam buku yang berbahasa Jerman ini, sejarawan Austria Roman Sandgruber berpendapat ayah Adolf memainkan peran besar dalam membentuk psikologi putranya.

Buku tersebut menerbitkan 31 surat yang belum ditemukan sebelumnya dari Alois Hitler, yang merupakan petugas bea cukai Austria dan meninggal pada tahun 1902. Surat ini ditulis untuk ahli pembangun jalan Josef Radlegger setelah membeli pertaniannya di Hafeld di Austria Atas.

Korespondensi tersebut diserahkan kepada sejarawan oleh cicit perempuan pembuat jalan itu lima tahun lalu dan baru sekarang diungkap.

“Ke-31 buku tersebut membuka pandangan yang benar-benar baru dan lebih tepat tentang kepribadian kebapakan yang secara signifikan membentuk Adolf Hitler muda,” tulis penerbit buku Styria Books, di situs webnya.

“Dan membawa sedikit cahaya ke dalam kegelapan kehidupan sehari-hari keluarga Hitler, yang dicirikan oleh mitos, penemuan, dan asumsi,” lanjutnya.

Para ahli juga mengatakan buku itu bisa mengarah pada pembuatan film baru tentang asal-usul keluarga diktator asal Austria itu.

Alexandra Föderl-Schmid, yang mengulas buku itu untuk surat kabar Süddeutsche Zeitung, mengatakan, Hitler sangat mementingkan paspor leluhur dan asal Arya, memiliki lebih dari satu celah dalam silsilah keluarga.

Dia menyatakan sebelum buku baru diterbitkan, “hampir tidak ada sumber” tentang ayahnya, Alois.

“Ada sejumlah besar buku dan film tentang (Adolf) seperti sopir Hitler, dokter pribadi, kepala pers, fotografer, dan sekretaris” tapi bukan ayahnya,” terangnya.

Adolf lahir di Braunau am Inn Austria pada tahun 1889 dari pasangan Alois dan istri ketiganya yang jauh lebih muda, Klara Pötzl. Orang Austria itu pun menjadi diktator Jerman dan memicu konflik paling mematikan yang pernah ada di dunia, serta memerintahkan kematian jutaan orang karena keyakinan rasisnya.

Selama pemerintahannya di Jerman, diktator itu memenjarakan jutaan pria, wanita, dan anak-anak Yahudi di kamp kematian yang mengerikan, dan membunuh mereka di kamar gas.

Deutsche Welle melaporkan melalui surat-surat yang baru diterbitkan, menunjukkan ibu Hitler, yang hampir meninggal pada tahun 1907, dirawat oleh seorang dokter Yahudi yang kemudian melarikan diri ke Amerika Serikat (AS).

Buku itu juga mengungkapkan jika Adolf kemungkinan besar berusaha untuk menyembunyikan jika keluarganya pernah tinggal di sebuah properti milik Yahudi di Urfahr dekat kota sungai Danube di Linz.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp