3 OTG Ikut Ziarah, 1 RW Harus Lockdown

Ilustrasi Covid-19

Bandung Barat- Sebanyak 39 warga Kampung Pangkalan, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), positif Covid-19. Puskesmas Ciwaruga mengungkapkan sumber penularan virus tersebut berasal dari tiga warga positif Covid -19 yang berstatus OTG.

Tiga OTG tersebut ikut dalam kegiatan ziarah ke Tasikmalaya yang dilaksanakan pada pekan lalu. Sementara total peserta ziarah tersebut sebanyak 70 orang menggunakan dua bus. Mereka melaksanakan ziarah di Tasikmalaya selama dua hari.

“Awalnya itu sekitar 70 orang ziarah ke Pamijahan menggunakan dua bus. Ternyata ada tiga OTG dari kasus positif sebelumnya yang ikut ziarah. Jadi dari situ kronologi penularannya,” kata Plt Kepala Puskesmas Ciwaruga, Ika Jatnikawati, Selasa (2/3).

Usai berziarah, sejumlah warga KBB ini mengeluhkan kondisi kesehatannya menurun. Mereka pun menjalani swab test.

“Awal ada tujuh yang positif setelah swab test pada 21 Februari. Lalu swab test mandiri ada empat orang positif. Pada 24 Februari, swab test kedua ada 56 orang yang ikut, hasilnya 26 positif. Sampai hari ini totalnya 39 yang positif. 15 orang bergejala dan dua dirawat di RS Mitra Kasih dengan gejala sedang,” katanya.

Saat ini, 70 orang yang ikut berziarah ke Tasikmalaya itu langsung menjalani isolasi mandiri. Tim Puksesmas Ciwaruga sudah menelusuri kontak erat yang jumlahnya mencapai 147 orang.

“Dari 147 kontak erat, sudah ada 25 orang yang menjalani swab test. Tinggal menunggu hasilnya keluar. Lalu ada tujuh orang lagi yang mau swab test, sisanya masih banyak yang belum,” tutur Ika.

Untuk meminimalisir potensi penularan Covid -19, satu RW di kawasan permukiman itu menerapkan lockdown sejak beberapa hari yang lalu.

“Berdasarkan arahan dari pak Kades, Danramil, Kapolsek, dan Dinas Kesehatan, untuk di-lockdown dulu. Jadi dijaga selama 24 jam oleh linmas, untuk lockdown-nya baru dua hari,” kata perangkat Desa Sariwangi Aden Agus Taryana.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari warga yang menjalani isolasi mandiri ini, pengurus RW dan pihak Desa Sariwangi menyiapkan porsi makanan yang dimasak di dapur umum. “Kita bantu untuk jatah makan mereka, siang dan sore. Anggarannya dari donasi dan anggaran desa juga. Itu sudah kewajiban kita menjamin kebutuhan warga yang sedang isolasi mandiri,” tutur Aden.***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp