Tuesday, 16 April 2024

Search

Tuesday, 16 April 2024

Search

28 Orang Tewas Akibat Serangan Kelompok Bersenja  di Burkina Faso

OUGADOUGOU(IM)- Sekurangnya 28 orang termasuk tentara dan warga sipil tewas dalam dua serangan oleh kelompok bersenjata di Burkino Faso pada Selasa (31/1) waktu setempat. Setelah serangan berlangsung 15 jasad para penyerang kemudian ditemukan tewas.

Tentara Burkino Faso mengatakan, bahwa unit tempur di Falagountou, utara negara dekat perbatasannya dengan Niger, diserang. Sementara 10 tentara, dua pejuang dari pasukan sukarelawan dan seorang warga sipil tewas.

Dalam pernyataan terpisah, Gubernur wilayah Cascades di selatan dekat perbatasan Pantai Gading, Jean Charles mengatakan, jasad 15 pria yang terdiri dari warga sipil ditemukan sehari sebelumnya setelah serangan. Charles mengatakan, orang-orang bersenjata telah mencegat dua kendaraan pengangkut yang membawa delapan permpuan dan 16 laki-laki.

“Wanita dan satu pria dibebaskan, dan pada 30 Januarinya, jenazah para korban yang menunjukkan tanda-tanda terkena peluru ditemukan di dekat desa Linguekoro,” kata gubernur Charles dalam pernyataannya seperti dikutip laman Aljazirah, Rabu (1/2).

Pembunuhan terbaru terjadi ketika Burkina Faso dan tetangganya di Mali dan Niger memerangi kelompok bersenjata yang terkait dengan al-Qaeda dan ISIS. Kedua kelompok bersenjata itu telah menduduki wilayah di negara gersang dan sebagian besar pedesaan di utara. Mereka mengeksekusi ratusan penduduk desa dan menggusur hampir jutaan penduduk. Para pejuang juga telah memblokade kota dan desa, memperburuk krisis pangan.

Pada Kamis pekan lalu, kantor berita AFP melaporkan bahwa setidaknya 10 warga sipil tewas dalam dua serangan di kota Dassa di Burkina Faso barat-tengah, sekitar 140 km (90 mil) barat ibu kota Ouagadougou. Dengan lebih dari sepertiga wilayah Burkina Faso kini berada di luar kendali pemerintah, rasa frustrasi di kalangan tentara mengenai penanganan situasi keamanan memicu dua kudeta tahun lalu.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media