International Media

Minggu, 26 Juni 2022

Minggu, 26 Juni 2022

26 Ruas Jalan Berlaku Ganjil Genap di Jakarta

Ganjil genap akan diberlakukan di 25 ruas jalan di Jakarta.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas penerapan sistem ganjil genap ke 25 titik jalan di Ibu Kota. Aturan baru tersebut akan mulai diterapkan pada 6 Juni 2022. Saat ini sistem ganjil genap baru diterapkan di 13 ruas jalan di Jakarta.

“Untuk ganjil-genap itu akan direaktivasi kembali kepada Pergub Nomor 88 Tahun 2019 artinya yang saat ini melalui pengaturan pada 13 ruas jalan, ini akan direaktivasi pada 25 ruas jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito pada wartawan, Rabu (25/5).

Aturan ganjil genap diperluas karena volume jalan semakin meningkat seiring dengan pelonggaran mobilitas masyarakat di tengah menurunnya penularan Covid-19. Sebelum menerapkan gajil genap di 25 ruas jalan, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan sosialisasi selama sepekan.

 “Jadi dengan diterapkan 25 ruas jalan. Maka kinerja lalin pada ruas jalan sibuk itu akan kembali turun, kita harapkan produktivitas masyarakat kembali naik,” ujarnya.

Syafrin sebelumnya mengatakan, perluasan ruas jalan ganjil genap akan dikembalikan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Pergub 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap.

Berikut 25 ruas jalan yang akan diterapkan ganjil genap sesuai Pergub 88 Tahun 2019: Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya,  Jalan Jenderal S Parman. Kemudian Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan D.I Pandjaitan,  Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya (sisi Barat, untuk Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Diponegoro), Jalan Kramat Raya, Jalan Stasiun Senen, dan  Jalan Gunung Sahari.

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga